Pranala.co, SANGATTA – Ratusan mahasiswa dan pemuda di Kutai Timur (Kutim) turun ke jalan. Mereka tergabung dalam Aliansi Masyarakat Kutim Melawan. Aksi digelar di simpang empat Bukit Pelangi, Senin (1/9/2025) siang.
Massa mulai berkumpul sejak pukul 14.00 WITA. Mereka datang dari berbagai elemen. Mulai organisasi kemahasiswaan, KNPI Progresif, Fraksi Rakyat Kutim, hingga perwakilan masyarakat.
Di tengah jalan, massa menggelar salat gaib. Doa dipanjatkan untuk almarhum Affan Kurniawan, seorang driver ojek online yang meninggal setelah terlindas mobil rantis Brimob.
Lima Tuntutan
Usai doa bersama, orasi bergulir satu per satu. Koordinator lapangan, Andi Zulfian, menyebut aksi ini mengusung lima tuntutan besar.
Pertama, mendesak DPR agar mendengar aspirasi rakyat. Mereka menolak pembahasan kenaikan tunjangan fantastis yang dinilai menyakiti hati masyarakat.
Kedua, meminta Polri bertanggung jawab atas tewasnya Affan Kurniawan. Termasuk memecat oknum yang diduga terlibat.
Ketiga, menuntut reformasi di tubuh Polri. Polisi, kata Zulfian, harus kembali ke tugas utama: melindungi dan mengayomi masyarakat, bukan menjadi tameng pejabat.
Keempat, meminta aparat di daerah agar tidak represif terhadap demonstran.
Kelima, mendesak adanya investigasi independen, transparan, dan akuntabel terkait kasus kematian Affan.
Aksi berjalan di bawah terik matahari. Orasi silih berganti, disambut yel-yel massa.
Zulfian menegaskan, aksi ini tidak berhenti di satu titik. Mereka berencana kembali turun ke jalan pada Rabu (3/9/2025). Aksi lanjutan itu akan dipusatkan di depan Gedung DPRD Kutai Timur.
“Isu yang dibawa berbeda, tapi semangatnya sama. Membela rakyat,” tegasnya.
Hingga sore, massa masih bertahan di lokasi dengan pengawalan aparat. Suasana kondusif, meski penuh tekanan dari orasi keras yang menyerukan perubahan. (HAF)

















