Pranala.co, BONTANG — Ratusan anak yatim dan difabel tampak sumringah. Mereka baru saja menerima hadiah spesial dari Pemerintah Kota Bontang dan BAZNAS di halaman Bontang Citimall, Sabtu (13/7/2025)
Dalam program bertajuk “Bontang Peduli: Berbagi dalam Lebaran Yatim dan Difabel”, sebanyak 300 anak mendapat tali asih berupa voucer belanja senilai Rp400 ribu per orang. Program ini digelar dalam semangat bulan Muharram—yang kerap disebut sebagai “lebaran anak yatim”.
Tak hanya itu, BAZNAS RI juga menyalurkan bantuan tambahan untuk 100 anak lainnya. Masing-masing mendapat uang tunai Rp500 ribu plus voucher belanja di Matahari Department Store.
Ketua BAZNAS Bontang, Ustaz Kuba Siga, dalam sambutannya menyinggung ayat Al-Ma’un. Ia menekankan bahwa siapa pun yang mengabaikan anak yatim, betapa pun rajinnya beribadah, tak luput dari ancaman neraka.
“Jangan sampai ada anak yatim merasa sendiri di kota ini. Zakat bukan soal angka, tapi soal tanggung jawab sosial dan iman,” tegasnya.
BAZNAS Bontang sendiri telah mencatatkan capaian besar. Total penghimpunan zakat kini mencapai Rp7 miliar per tahun. Dana ini akan terus digunakan untuk menjangkau lebih banyak warga, terutama mereka yang rentan dan terlupakan.
Dengan program seperti ini, Kota Bontang menunjukkan komitmennya sebagai kota inklusif, penuh kasih, dan menjunjung keadilan sosial.
“Kita tidak sedang memberi. Kita sedang menemani mereka tumbuh. Dan itulah bentuk kasih sayang tertinggi,” pungkas Ustaz Kuba.
Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, hadir langsung dan menyerahkan bantuan secara simbolis. Dalam pidatonya, ia menegaskan bahwa pengelolaan zakat harus tepat sasaran. Ia menyebut anak yatim dan difabel sebagai bagian dari golongan yang berhak.
“Zakat bukan sekadar laporan dunia. Ini amanah akhirat,” katanya.
Di hadapan ratusan anak, Wali Kota Bontang juga mengumumkan kabar gembira: mulai tahun depan, seluruh pelajar di Bontang akan mendapat Kartu Bontang Pintar. Isinya? Dana pendidikan senilai Rp2 juta per anak.
“Tak boleh ada anak Bontang yang putus sekolah. Anak harus bahagia, sekolah, dan tidak boleh dieksploitasi,” ujarnya.
Seperti biasa, Wali Kota menyempatkan diri bercengkerama dengan anak-anak. Ia melempar pertanyaan ringan, lalu memberi hadiah kepada siapa pun yang berani menjawab—meski jawabannya belum tentu benar.
Dari 300 anak penerima manfaat, 20 di antaranya adalah anak berkebutuhan khusus. Mereka ikut tertawa, ikut bangga, dan merasa dihargai.
Turut hadir dalam acara tersebut Ketua MUI Bontang KH. Misbahul Munir, Kepala Inspektorat Enik Ruswati, Kadis Kominfo Anwar Sadat, perwakilan dari BRI, Bank Muamalat, BPD Kaltimtara, serta manajemen Matahari Dept. Store dan Bontang Citimall.


















