SORAK penonton di GOR Sempaja, Samarinda, Minggu (10/5/2026) malam, pecah saat buzzer pertandingan terakhir berbunyi. Tim basket putra Universitas Mulawarman (Unmul) memastikan diri menjadi juara Campus League 2026 – Basketball Regional Samarinda Season 1 setelah menyapu bersih seluruh laga. Kemenangan itu membawa Unmul menjadi satu-satunya wakil Pulau Kalimantan di babak nasional Jakarta bulan depan.
Jalan menuju tiket nasional tidak datang dengan mudah. Unmul harus melewati laga-laga ketat dalam format round-robin yang menguras fisik dan mental pemain. Mereka membuka turnamen dengan kemenangan tipis 34-29 atas Politeknik Negeri Samarinda sebelum menjalani duel paling menegangkan melawan Politeknik Negeri Balikpapan.
Pada pertandingan itu, Unmul nyaris kehilangan momentum. Pertarungan berlangsung sengit hingga overtime sebelum akhirnya mereka menang dramatis 63-60. Kemenangan tersebut menjadi titik balik yang mengangkat kepercayaan diri tim hingga menutup turnamen dengan kemenangan meyakinkan 62-47 atas Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur.
Di balik kemenangan itu, tersimpan cerita tentang tim mahasiswa yang berlatih di tengah keterbatasan. Kapten Unmul, Roitsabiq Dwi Pangga, mengaku timnya sempat kehilangan fokus pada laga penentu. Tekanan besar sebagai tuan rumah dan peluang lolos nasional membuat permainan mereka tidak langsung berjalan mulus.
“Pada kuarter pertama kami kurang fokus karena touch belum dapat. Tapi coach meminta kami lebih tenang dan jangan terus memikirkan kesalahan sebelumnya,” kata Roit.
Kondisi tim juga tidak sepenuhnya ideal selama persiapan. Pelatih Unmul, Tidaryanto Panggalo Sirenden, mengatakan anak asuhnya harus membagi waktu antara latihan dan jadwal kuliah yang padat. Belum lagi renovasi lapangan yang sempat mengganggu intensitas latihan mereka menjelang kompetisi.
Namun, menurut Tidar, justru situasi itu membentuk mental bertanding para pemain. Ia menilai kemenangan Unmul menjadi bukti bahwa basket kampus di Kalimantan masih mampu bersaing meski belum memiliki ekosistem kompetisi sebesar Pulau Jawa.
“Setelah ini kami tidak boleh puas. Waktunya sangat singkat menuju nasional, jadi kami akan fokus memperbaiki fisik dan pertahanan,” ujarnya.
Fenomena kebangkitan basket kampus juga menjadi perhatian penyelenggara. CEO Campus League, Ryan Gozali, menyebut antusiasme mahasiswa di Samarinda menunjukkan bahwa potensi atlet daerah belum sepenuhnya terpetakan.
Ia menegaskan Campus League ingin menjadi jalur baru bagi atlet muda untuk tetap berprestasi tanpa harus meninggalkan pendidikan. Apalagi, juara nasional nantinya akan mendapat kesempatan tampil di level internasional menghadapi kampus-kampus dari sembilan negara Asia.
“Kami ingin atlet punya masa depan yang jelas lewat beasiswa olahraga. Jadi mereka tidak perlu memilih antara kuliah atau karier basket,” kata Ryan.
Keberhasilan Unmul kini membawa harapan baru bagi basket kampus Kalimantan yang selama ini jarang mendapat sorotan nasional. Pada 6-13 Juni 2026 mendatang, mereka akan membawa nama Kalimantan menghadapi para juara regional dari Surabaya, Yogyakarta, Bandung, dan Jakarta di panggung nasional di ibu kota. [TIA]
Dapatkan berita terbaru Pranala.co dengan mengikuti Whatsapp Channel kami















