Pranala.co, JAKARTA - PSSI resmi mengumumkan John Herdman sebagai pelatih baru Tim Nasional Indonesia. Pengumuman itu disampaikan Sabtu (3/1/2026). Sebuah keputusan penting. Sekaligus penanda dimulainya babak baru sepak bola nasional.
Nama John Herdman bukan asing di panggung sepak bola dunia. Ia datang bukan sekadar membawa CV. Ia membawa sejarah.
Pelatih berusia 50 tahun itu dikenal sebagai sosok langka. Satu-satunya pelatih di dunia yang mampu mengantarkan tim nasional putra dan putri dari satu negara tampil di Piala Dunia. Catatan itu menjadi alasan utama PSSI mempercayakan kursi pelatih Timnas Indonesia kepadanya.
Rekam jejak Herdman terbilang mentereng. Di sektor putri, ia membawa Tim Nasional Kanada tampil di Piala Dunia Wanita 2007 dan 2011. Tidak berhenti di situ. Kanada juga mencetak sejarah dengan meraih medali perunggu Olimpiade secara beruntun pada Olimpiade London 2012 dan Rio de Janeiro 2016.
Kesuksesan Herdman berlanjut di sektor putra. Ia mengakhiri penantian panjang Kanada selama 36 tahun dengan meloloskan tim tersebut ke Piala Dunia 2022. Prestasi itu terasa makin istimewa karena diraih melalui proses pembangunan tim yang konsisten.
Di bawah kepemimpinannya, peringkat FIFA Kanada melonjak tajam. Dari posisi 95 dunia, Kanada menembus peringkat 33. Sebuah lompatan besar yang mencerminkan kualitas kepelatihan dan manajemen tim.
Kini, tantangan baru menanti John Herdman. Indonesia.
Tahun 2026 akan menjadi periode padat bagi Timnas. Agenda terdekat adalah ajang FIFA Series yang akan digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day, 23–31 Maret 2026.
Setelah itu, Timnas Indonesia masih akan menjalani FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November. Belum lagi Piala AFF 2026 yang dijadwalkan mulai bergulir pada 25 Juli 2026.
PSSI menaruh harapan besar pada Herdman. Bukan hanya soal hasil di lapangan, tetapi juga pembentukan fondasi jangka panjang sepak bola Indonesia. Disiplin. Mental bertanding. Dan identitas permainan.
Dengan pengalaman membawa tim ke level dunia, John Herdman diharapkan mampu menularkan standar internasional ke skuad Garuda. Jalan ke sana tentu tidak singkat. Namun, untuk pertama kalinya, Indonesia memulainya dengan pelatih yang tahu persis bagaimana rasanya menembus Piala Dunia. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















