Pranala.co, BONTANG – Turnamen bulu tangkis Sirkuit Nasional C Pupuk Kaltim (PKT) Open 2025 resmi berakhir, Jumat (13/12/2025). Selama enam hari, GOR PKT menjadi saksi lahirnya semangat juang, sportivitas, dan harapan besar bagi masa depan bulu tangkis Indonesia.
Kejuaraan ini bukan turnamen biasa. Sebanyak 793 atlet dari 75 klub berbagai daerah di Tanah Air ambil bagian. Jumlah itu menjadikan PKT Open 2025 sebagai salah satu turnamen terbesar dalam kalender Sirkuit Nasional tahun ini.
Sejak hari pertama, atmosfer pertandingan terasa hidup. Lapangan tak pernah sepi. Sorak dukungan, adu strategi, dan reli panjang menjadi pemandangan sehari-hari. Para atlet muda tampil penuh semangat, tak gentar menghadapi lawan dari klub-klub besar.
Ketua Umum PB PKT, Anton Sri Widodo, menegaskan bahwa PKT Open bukan semata soal gelar juara. Lebih dari itu, turnamen ini adalah ruang belajar dan ajang mempererat persaudaraan antaratlet.
“Selama enam hari kita menyaksikan pertandingan luar biasa. Bagi yang belum meraih juara, ini tetap pengalaman berharga untuk meningkatkan prestasi ke depan,” ujarnya saat penutupan.
Anton juga menyampaikan apresiasi kepada wasit PBSI, ofisial, panitia, serta pengelola venue yang memastikan turnamen berjalan tertib dan lancar. Ia menegaskan, PKT Open 2025 merupakan bagian dari rangkaian HUT ke-48 PT Pupuk Kaltim dengan tema Driving Close for One, sebagai wujud nyata kontribusi perusahaan terhadap pembinaan olahraga nasional.
Dari pihak penyelenggara, SVP Umum PT Pupuk Kaltim, Winarni F. Dwiningsih, menilai tingginya jumlah peserta sebagai indikator kepercayaan publik terhadap Pupuk Kaltim.
“Antusiasme ini menunjukkan bulu tangkis masih menjadi olahraga favorit masyarakat. Turnamen seperti ini penting untuk menjaring bibit unggul dan memperkuat ekosistem pembinaan atlet di daerah,” katanya.
Menurut Winarni, kejuaraan berjenjang seperti sirkuit nasional menjadi ruang penting bagi atlet muda untuk mengasah mental bertanding, disiplin, dan sportivitas. Nilai-nilai itu menjadi bekal sebelum melangkah ke level lebih tinggi, bahkan ke pentas internasional.
Pemerintah Kota Bontang turut memberikan apresiasi. Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, yang diwakili Plt Sekretaris Daerah Ahmad Suharto, menyampaikan kebanggaannya karena Bontang dipercaya menjadi tuan rumah turnamen nasional.
“Ini bukan sekadar kompetisi, tetapi ruang pembinaan dan regenerasi atlet. Para peserta telah menunjukkan kerja keras dan sportivitas tinggi. Apa pun hasilnya, mereka adalah pemenang sejati,” ujarnya.
Ia berharap sinergi antara pemerintah daerah, dunia usaha, dan induk organisasi olahraga seperti PBSI terus diperkuat. Tujuannya satu: melahirkan atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Indonesia di kancah dunia. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















