Pranala.co, BONTANG — Sore itu lalu lintas di simpang tiga Jalan Bhayangkara seharusnya berjalan biasa. Namun situasi berubah tegang dalam hitungan detik. Sebuah mobil Daihatsu Ayla hitam justru meninggalkan jejak bahaya.
Peristiwa tabrak lari terjadi Sabtu (13/12/2025) sekira pukul 16.45 Wita. Lokasinya di pertemuan Jalan Bhayangkara dan Jalan Brigjen Katamso. Sebuah mobil Ayla hitam bernomor polisi KT 1640 SQ menabrak pengendara sepeda motor. Setelah itu, mobil langsung kabur.
Tanpa berhenti. Tanpa menolong.
Hasbi, warga yang berada di lokasi, melihat langsung kejadian itu. Menurutnya, mobil datang dari arah Jalan Bhayangkara. Awalnya melaju normal di jalur kiri menuju Jalan Brigjen Katamso.
Namun tiba-tiba arah berubah. “Sudah lurus ke kiri. Tapi mendadak banting setir ke kanan tanpa sein, ke arah Jalan Cipto Mangunkusumo,” kata Hasbi.
Manuver mendadak itu membuat mobil menghantam sepeda motor di sisi kanan. Benturan tak terhindarkan. Korban terjatuh bersama motornya.
Pengendara motor mengalami luka ringan. Namun motornya rusak cukup parah.
Warga sekitar langsung berlari memberikan pertolongan. Korban dibantu menjauh dari jalan. Di saat yang sama, pelaku justru menginjak pedal gas.
Mobil Ayla hitam itu melaju kencang ke arah Jalan Brigjen Katamso. Situasi makin berbahaya. Beberapa warga yang mencoba membantu nyaris ikut tertabrak.
“Saya hampir kena juga. Kalau tidak cepat menyingkir, bisa jadi korban,” ujar Hasbi.
Ia menilai cara pelaku mengemudi sangat ceroboh. Bahkan mengancam keselamatan banyak orang.
Aksi pelarian tidak berhenti di satu titik. Sejumlah pengendara motor mencoba mengejar. Namun pelaku justru semakin nekat.
Di tengah kepadatan lalu lintas, tepatnya di putaran depan SPBU Kopkar PKT, mobil itu memotong jalur berlawanan. Risiko kecelakaan beruntun pun mengintai.
Beberapa kendaraan nyaris tertabrak. Meski membahayakan banyak pengguna jalan, pelaku berhasil lolos. Mobil terus melaju ke arah luar kota melalui Jalan S. Parman.
Ilyas, saksi mata lainnya, mengaku sempat mengejar hingga simpang tiga jalan poros Bontang–Sangatta.
“Dia beberapa kali potong jalur. Sangat berbahaya,” kata Ilyas. “Bukan cuma buat dirinya, tapi semua orang di jalan.”
Akhirnya, mobil tersebut menghilang ke arah Sangatta.
Kasat Lantas Polres Bontang, AKP Purwo Asmadi, membenarkan kejadian tabrak lari tersebut. Polisi telah menerima laporan dan mengumpulkan keterangan korban serta saksi.
“Identitas dan data kendaraan sudah kami kantongi. Anggota masih melakukan pengejaran,” ujar Purwo.
Ia menegaskan, tabrak lari merupakan pelanggaran serius. Setiap pengemudi wajib berhenti, menolong korban, dan melaporkan kejadian kepada pihak berwenang.
“Kewajiban di jalan itu jelas. Keselamatan pengguna jalan adalah tanggung jawab bersama,” tegasnya.
Polisi mengimbau masyarakat yang melihat atau mengetahui keberadaan mobil Daihatsu Ayla hitam KT 1640 SQ agar segera melapor ke kepolisian terdekat. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















