Pranala.co, SAMARINDA — Warga Gang Bugis, Jalan DI Panjaitan, Kelurahan Mugirejo, Kecamatan Sungai Pinang, Kota Samarinda, digegerkan dengan penemuan jenazah seorang pria di sebuah rumah indekos, Minggu (8/2) pagi.
Korban diketahui berinisial A (49). Peristiwa tersebut pertama kali terungkap saat rekan kerja korban melakukan pengecekan rutin. Saat itu, korban tidak ditemukan di dalam kamar kosnya. Pencarian pun dilakukan di sekitar lokasi hingga akhirnya korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di area sekitar kamar kos.
Menyadari adanya kejadian tersebut, saksi segera melaporkan kepada pihak kepolisian. Laporan masyarakat itu langsung ditindaklanjuti oleh personel Polsek Sungai Pinang.
Sekira pukul 09.00 Wita, petugas tiba di tempat kejadian perkara (TKP). Polisi kemudian melakukan pengamanan lokasi, pemeriksaan awal, serta mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Penanganan dilakukan secara terpadu bersama Unit Inafis Polresta Samarinda, Patroli Beat 110 Polresta Samarinda, serta Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda.
Sebagai bagian dari prosedur kepolisian, jenazah korban dievakuasi secara profesional dan humanis. Sekira pukul 10.00 Wita, korban dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk menjalani proses visum guna memastikan penyebab kematian secara medis.
Berdasarkan hasil olah TKP dan pemeriksaan awal, petugas tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan fisik pada tubuh korban. Dari keterangan lingkungan sekitar, korban diketahui memiliki riwayat gangguan kesehatan.
Korban juga disebut sempat menjalani perawatan akibat Demam Berdarah Dengue (DBD) serta beberapa kali mengalami kecelakaan tunggal dalam kurun waktu Januari hingga awal Februari 2026.
Informasi tersebut menjadi bahan pendalaman bagi kepolisian dalam proses penanganan lebih lanjut, sembari menunggu hasil visum resmi dari pihak rumah sakit.
Kapolsek Sungai Pinang, AKP Aksarudin Adam menegaskan komitmen jajarannya dalam merespons cepat setiap laporan masyarakat.
“Begitu menerima laporan, personel kami langsung bergerak ke TKP untuk melakukan pengamanan, pemeriksaan awal, serta pengumpulan keterangan saksi. Dari pemeriksaan sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban. Saat ini kami masih menunggu hasil visum resmi,” ujarnya. (SON/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















