Pranala.co, BONTANG – Harga beras terus meroket dalam beberapa bulan terakhir. Kenaikan ini membuat banyak keluarga di Bontang kian terbebani.
Melihat kondisi itu, Polres Bontang turun tangan. Mereka meluncurkan Gerakan Pangan Murah (GPM). Program ini menjadi salah satu cara kepolisian membantu masyarakat menghadapi inflasi pangan.
Kapolres Bontang AKBP Widho Anriani menegaskan, GPM bukan kegiatan sekali jalan. Program ini akan digelar berkesinambungan hingga akhir tahun.
“Kami hadir untuk membantu masyarakat yang terdampak inflasi harga beras. Tidak hanya di Polres, kegiatan ini juga kami gelar di Polsek maupun lokasi lain. Intinya, di mana pun masyarakat membutuhkan,” ujar Widho, Rabu (3/9/2025).
Sejak dua bulan berjalan, lebih dari 25 ton beras sudah didistribusikan. Setiap kegiatan GPM, rata-rata dua ton beras dilepas ke masyarakat.
Titik penyaluran pun beragam. Mulai dari halaman Mapolres, kantor Polsek, hingga pusat keramaian.
“Kami bekerja sama dengan Bulog. Harga beras hanya Rp60 ribu per karung 5 kilogram. Pola penyaluran kami buat merata agar tepat sasaran dan mudah dijangkau warga,” lanjut Widho.
Program ini tidak hanya memberi bantuan beras murah. Lebih dari itu, GPM juga berfungsi menjaga stabilitas harga pangan di tengah gejolak pasar.
Dengan adanya GPM, masyarakat bisa membeli beras dengan harga lebih terjangkau. Mereka juga mendapat kepastian ketersediaan bahan pokok di tingkat lokal.
“Harapan kami, keberadaan GPM mampu mengurangi beban masyarakat. Juga memberi rasa tenang di tengah lonjakan harga kebutuhan pokok, khususnya beras,” tambah Widho.
Langkah ini menunjukkan bahwa kepolisian tidak hanya hadir menjaga keamanan. Polres Bontang juga ingin terlibat dalam urusan kesejahteraan warga.
Jika program berjalan konsisten hingga akhir tahun, ribuan keluarga diperkirakan akan terbantu. Setidaknya, tekanan inflasi bisa sedikit teredam. (FR)

















