SAMARINDA – Menjelang Pemilihan Gubernur Kaltim alias Pilgub Kaltim 2024 yang akan digelar November mendatang, muncul kekhawatiran tentang potensi skenario pasangan calon tunggal melawan kotak kosong. Hal ini mencuat setelah DPP PPP menyatakan dukungan kepada pasangan Rudy Mas’ud-Seno Aji.
Kondisi politik ini menuai keprihatinan dari berbagai pihak. Ketua Umum Perkumpulan Aspirasi Masyarakat Kalimantan Timur (PAM-KT), Erly, menyatakan bahwa perkembangan Pilgub Kaltim saat ini bukanlah tontonan politik yang baik bagi masyarakat.
“Sebagian besar masyarakat ingin melihat adanya demokrasi yang positif,” ujarnya Sabtu, 27 Juli 2024.
Erly mengungkapkan adanya dugaan kejanggalan dan penjegalan dalam proses Pilgub Kaltim, di mana hanya ada satu pasangan calon yang didukung mayoritas partai.
“Para ketua partai di Jakarta harus melihat kondisi ini secara riil. Pilkada bukan hanya soal finansial, tapi juga kecerdasan, kepemimpinan, dan pengalaman,” tambahnya.
Ia menekankan pentingnya menjaga kondusifitas Kaltim sebagai Ibu Kota Negara. “Siapapun yang jadi gubernur dan wakil gubernur harus membawa efek kebaikan bagi masyarakat,” tegas Erly.
Di tempat terpisah, Mahfud Ghozali, tokoh masyarakat Kaltim, meminta para ketua partai untuk lebih jeli melihat kondisi politik saat ini. Menurutnya, meski kotak kosong dan pasangan calon tunggal diperbolehkan menurut UU No. 10 Tahun 2016, hal ini tidak layak dalam negara demokrasi.
“Kotak kosong tidak mempunyai visi-misi, masyarakat seperti tidak diberikan pilihan,” ujar Mahfud.
Mahfud menekankan pentingnya setiap kandidat untuk menjual dan mempertontonkan visi-misi mereka kepada publik. “Kami harap KPU RI dan KPU provinsi dan kabupaten/kota mendengar ini dan menjadi perhatian mereka,” katanya.
Selain itu, Mahfud menyatakan bahwa kotak kosong menjadi problematika tersendiri di Indonesia. Ia berharap aturan mengenai kotak kosong dihapuskan agar masyarakat memiliki pilihan yang nyata dalam pilkada.
“Kotak kosong seharusnya tidak ada. Minimal harus ada kandidat yang dipilih,” jelasnya.
Mahfud bahkan menegaskan penolakannya terhadap kotak kosong di Pilgub Kaltim. “Kami menolak kotak kosong. Jangan sampai Pilgub Kaltim menghadirkan kotak kosong. Kita sudah melihat yang terjadi di Balikpapan. Masyarakat seolah hanya memiliki satu calon saja,” tandasnya.
Ia juga mengancam akan melakukan pergerakan penolakan jika isu kotak kosong ini menjadi kenyataan. “Ini namanya pengecut,” tutup Mahfud Ghozali. (*)



















Comments 1