Pranala.co, KUBAR – Nasib tragis menimpa RF (37), seorang pencari besi tua di Kabupaten Kutai Barat (Kubar), Kalimantan Timur (Kaltim). Pria tersebut ditemukan meninggal dunia setelah diduga menjadi korban pembunuhan di kawasan kebun kelapa sawit Kampung Penawai, Kecamatan Bongan.
Korban sebelumnya sempat dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Pencarian yang dilakukan akhirnya berujung duka setelah jasadnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Peristiwa tersebut diduga bermula Rabu malam (25/2/2026). Saat itu, seorang pria berinisial BDN (34) menjemput korban dengan alasan ingin membeli tembaga bersama. Namun, korban justru dibawa menuju lokasi yang relatif sepi di area kebun sawit.
Di lokasi tersebut, pelaku diduga melakukan penganiayaan terhadap korban. Berdasarkan hasil penyelidikan awal, korban dipukul menggunakan balok kayu hingga beberapa kali mengenai bagian kepala.
Akibat serangan tersebut, korban diduga meninggal dunia di tempat kejadian.
Setelah kejadian itu, pelaku diduga mengambil sejumlah barang milik korban. Barang yang diambil antara lain uang tunai sekitar Rp4,5 juta serta satu unit telepon genggam.
Tidak hanya itu, sepeda motor milik korban juga diduga dibawa oleh pelaku dan kemudian digadaikan dengan nilai sekira Rp500 ribu.
Kasus ini mulai terungkap setelah aparat kepolisian menemukan sepeda motor milik korban yang ternyata telah berpindah tangan melalui transaksi gadai. Temuan tersebut menjadi petunjuk awal bagi polisi untuk menelusuri keberadaan pelaku.
Petugas kemudian melakukan penyelidikan lebih lanjut hingga akhirnya berhasil mengamankan BDN untuk dimintai keterangan.
Dalam pemeriksaan intensif, pelaku diduga mengakui perbuatannya kepada penyidik. Ia juga menunjukkan lokasi tempat jasad korban disembunyikan, yakni di area rawa yang berada di kawasan kebun sawit Kampung Penawai.
Jasad korban akhirnya ditemukan pada Jumat (27/2/2026) di lokasi yang ditunjukkan pelaku.
Saat ini, terduga pelaku telah diamankan di Polsek Bongan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat kepolisian masih terus melakukan pendalaman terkait motif serta rangkaian peristiwa dalam kasus tersebut. (RED)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















