Penajam, PRANALA.CO – Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) bersiap mencatat sejarah baru. Salah satu daerah penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN) ini dipastikan menjadi satu dari empat titik di Kalimantan Timur (Kaltim) yang akan dibangun Sekolah Rakyat (SR) — program unggulan Presiden terpilih Prabowo Subianto dalam agenda besar mencetak sumber daya manusia unggul dan memutus rantai kemiskinan.
Kepastian itu mengemuka dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Bupati PPU, Kamis (17/4/2025) lalu dipimpin langsung Sekretaris Daerah (Sekda) PPU, Tohar. Di hadapan para pemangku kepentingan, Tohar menegaskan bahwa pemerintah daerah telah menyiapkan lahan untuk mendukung pembangunan sekolah tersebut.
“Alhamdulillah, Pemerintah Kabupaten PPU menyambut positif program ini dan telah menyiapkan lahan di Kelurahan Lawe-lawe, Kecamatan Penajam,” ujarnya optimistis dikutip, Selasa (22/4/2025).
Sekolah Rakyat bukanlah sekolah biasa. Ia digagas sebagai pusat pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin, yatim piatu, hingga anak-anak yang terancam putus sekolah. Di sinilah negara hadir lebih dekat dan nyata: menyekolahkan, mengasramakan, hingga mencetak anak-anak bangsa menjadi generasi yang tangguh, kompeten, dan bermoral.
Kepala Dinas Sosial PPU, Saidin, yang ditemui usai rakor, menjelaskan bahwa proposal pembangunan SR di PPU telah disetujui Kementerian Sosial RI.
“Kita sudah ajukan proposal dan sudah disetujui. Sekarang kita tinggal memastikan kelengkapan dokumen sesuai persyaratan. Lahan seluas 6 hingga 7 hektare sudah kami siapkan,” terang Saidin.
Ia juga memastikan bahwa seluruh dokumen yang diminta nyaris rampung, tinggal verifikasi teknis di lapangan soal kelayakan lokasi.
Program Sekolah Rakyat sepenuhnya akan dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Namun, peran pemerintah daerah tidak kecil: mulai dari penyediaan lahan, seleksi siswa, hingga penyediaan tenaga pengajar yang akan mendampingi para anak bangsa menggapai masa depan yang lebih baik.
Pemprov Kaltim sendiri telah mengusulkan empat lokasi untuk pembangunan SR ini. Selain di PPU, ada lahan milik Pemprov di Tenggarong (Kutai Kartanegara), lahan milik Pemkab Kukar, dan lahan milik Pemkot Samarinda.
“Pesan Pak Bupati, agar dokumen segera dirampungkan dan proses pembangunan bisa dimulai. Kita tidak ingin ketinggalan dari daerah lain,” ujar Tohar menekankan.
Jika pembangunan SR di PPU benar-benar terealisasi, maka Kelurahan Lawe-lawe akan menjadi saksi lahirnya perubahan besar dari sebuah program pendidikan. Tak hanya bagi PPU, tetapi juga sebagai model nasional tentang bagaimana pendidikan dapat menjangkau lapisan masyarakat paling rentan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1