Pranala.co, BONTANG — Investasi tidak selalu hadir dalam bentuk bangunan tinggi atau pabrik besar yang menjulang. Di Bontang, geliat investasi justru banyak dimulai dari hal-hal sederhana: toko kelontong, usaha katering rumahan, bengkel kecil di kampung, hingga jasa layanan harian.
Semua itu, menurut Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPM-PTSP) Bontang, adalah investasi yang berkontribusi langsung pada pertumbuhan ekonomi kota.
Karel, Kepala Bidang Penanaman Modal DPM-PTSP Bontang, mengatakan masih banyak masyarakat yang memiliki persepsi keliru. Banyak yang menganggap Bontang sepi investasi hanya karena tidak melihat pembangunan fisik berskala besar.
Padahal, aktivitas investasi berlangsung setiap hari melalui penerbitan izin usaha baru di sistem Online Single Submission (OSS).
“Masyarakat sering menganggap kalau investasi itu hanya yang besar-besar saja. Padahal UMKM juga bagian dari investasi,” ujarnya, Rabu (12/11/2025).
Ia merujuk pada Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2007 tentang Penanaman Modal. Aturan itu menegaskan bahwa seluruh kegiatan usaha, baik dilakukan penanam modal dalam negeri maupun asing, termasuk kategori investasi. Dengan kata lain, usaha mikro dan kecil memiliki posisi strategis sebagai penggerak ekonomi daerah.
“Masyarakat perlu memperluas cara pandang. UMKM justru punya peran vital menjaga ketahanan ekonomi karena lebih adaptif dan dekat dengan kebutuhan warga,” tambahnya.
Karel mengungkapkan bahwa setiap hari DPM-PTSP Bontang menerbitkan Nomor Induk Berusaha (NIB) dan sejumlah izin lain untuk pelaku UMKM. Aktivitas ini tidak selalu terlihat kasatmata karena tidak berupa pembangunan gedung, namun menjadi indikator kuat bahwa perputaran ekonomi kota terus berjalan.
“Setiap izin usaha yang terbit itu bukti bahwa investasi berjalan,” tegasnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus memberikan pendampingan mulai dari pendaftaran usaha hingga pemahaman penggunaan OSS. Tujuannya agar pelaku usaha kecil semakin percaya diri memulai dan mengembangkan bisnis.
Selain itu, legalitas usaha menjadi pintu pembuka menuju program pembinaan pemerintah dan akses pengembangan yang lebih luas.
“Kami berharap masyarakat tidak salah kaprah. Investasi itu bukan hanya pabrik besar. Ketika UMKM berkembang, ekonomi daerah ikut bergerak,” pungkas Karel. (ADS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















