• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Orang Boentoet, Legenda Manusia Berekor di Pedalaman Borneo

Suriadi Said by Suriadi Said
10 Agustus 2021 | 09:48
Reading Time: 2 mins read
0
Orang Boentoet, Legenda Manusia Berekor di Pedalaman Borneo

Ilustrasi hutan di pedalaman Kalimantan | Shutterstock

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Manusia berekor Borneo? Terdengar aneh kawan. Tapi nyatanya, legenda manusia berekor asal Bornoe pernah mencuat dan memantik sebuah penelitian yang dilakukan orang asing. Orang Boentoet.

Adalah Carl Alfred Bock, seorang naturalis dan pelancong kelahiran Kopenhagen, Denmark. Meskipun lahir di Denmark, Bock mengikuti kewarganegaraan orang tuanya, Norwegia. Ia penasaran akan legenda keberadaan manusia berekor asal pedalaman Kalimantan itu.

PILIHAN REDAKSI

Legenda Danau Lipan dari Kalimantan Timur

21 Mei 2022 | 07:02

Awal penasaran Bock berasal dari cerita manusia berekor ini menghuni pemukiman Kesultanan Paser (Kalimantan Timur) dan tepian Sungai Teweh (Kalimantan Tengah). Ada juga yang menyebut ras manusia berekor sebagai ”Orang Boentoet”. Boleh jadi, kata ”boentoet” itu bermakna ekor atau buntut.

Dalam National Geographic Indonesia disebut, Bock melakukan perjalanan ke pedalaman Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan pada 1879 utuk mencari manusia berekor tersebut. Kala itu usianya masih 30. Sebelum melakukan penelusuran ke pedalaman Kalimantan, Bock juga menjelajah di pedalaman Sumatra pada 1878.

Misinya di Kalimantan itu disebutkan sebagai pelaksanaan titah dari Gubernur Jenderal Johan van Lansberge. Memang, Bock kerap melaporkan kepada sang Gubernur soal peradaban suku-suku Dayak, terkait spesimen sejarah alam untuk museum di Belanda.

Orang Boentoet Legenda Manusia Berekor di Pedalaman Borneo1
Suku di pedalaman Borneo yang digambarkan dalam buku The Head Hunters of Borneo

Nah, dari cerita Bock soal ras manusia berekor di Kalimantan itulah sepertinya sang gubernur penasaran dan mendelegasikan untuk menemukannya. Bahkan jika bisa, memboyongnya ke Belanda.

Titah dan sayembara

Cerita dimulai ketika seorang abdi kepercayaan Kesultanan Kutai meyakinkan Bock di depan Sultan dan pengeran bahwa dirinya pernah melihat Oerang Boentoet. Digambarkannya, Orang Boentoet memiliki ekor sekira 5-10 cm. Bahkan untuk duduk saja, mereka melubangi alas agar tak menjepit ekor mereka.

Orang Boentoet diceritakan tinggal berkelompok di dalam rumah yang memiliki lubang pada lantainya. Lubang tersebut sebagai tempat meletakkan ekor ketika duduk, agar mereka merasa nyaman.

Orang Boentoet Legenda Manusia Berekor di Pedalaman Borneo2
Buku The Head Hunters of Borneo terbitan 1881 dan 1986.

Terpana dengan cerita itu, kemudian Sultan Kutai mengirimkan sang abdi menyambangi Kesultanan Paser dengan surat untuk sang Sultan Paser. Surat itu menyebutkan sebagai permintaan membawa sepasang Orang Boentoet ke Kesultanan Kutai.

Meski saat itu Bock kurang yakin dengan cerita sang abdi, Bock menjanjikan imbalan 500 gulden untuk sang abdi jika berhasil membawa ras manusia berekor itu ke Kesultanan Kutai.

Beberapa hari berlalu tanpa kabar. Bock kemudian melanjutkan perjalanan dari Tenggarong ke Banjarmasin. Saat di Banjarmasin, sang abdi pun menjumpainya. Ia kecewa karena tak berhasil membawa sepasang Orang Boentoet, meski telah menyampaikan surat ke Kesultanan Paser.

Atas kejadian itu, kemudian Residen Banjarmasin pun membantu Bock dengan kembali mengirimkan surat kepada Kesultanan Paser untuk menanyakan soal Orang Boentoet tersebut.

Suku pengawal kesultanan dan pernyataan perang

Sebulan berlalu, surat balasan dari Sultan Paser pun sampai juga ke tangan Residen Banjarmasin, dan nampakya ada salah paham. Orang Boentoet yang dimaksud adalah sebutan para pengawal pribadi Sultan Paser, dan bukan ras manusia berekor.

Maka pantas jika Sultan Paser berang hingga mengancam perlawanan terhadap Sultan Kutai. Akibatnya, mereka mendirikan kubu pertahanan dan bersiap berperang melawan Kesultanan Kutai.

Orang Boentoet Legenda Manusia Berekor di Pedalaman Borneo
Kesultanan Kutai periode 1850-1899 | Wikimedia Commons/Tropenmuseum

”Jika Sultan Kutai menginginkan Orang-boentoet saya, biarkan dia ambil sendiri,” tulis Sultan Paser, seperti diceritakan Bock dalam bukunya The Head Hunters of Borneo yang terbit pada 1881.

Diakhir cerita itu kemudian nampaknya Bock tak tertarik lagi untuk lebih jauh mencari jawaban atas misteri ras manusia berekor di pedalaman Borneo.

Memang, selama petualangannya di Samarinda-Tenggarong-Banjarmasin dan pedalaman Kalimantan itu, Bock membuat jurnal yang kemudian ia tulis dalam buku petualangannya. Buku kisah Bock kemudian diterbitkan ulang seabad kemudian (1986) dengan judul serupa.

Isinya menurut The Independent merupakan pengembangan dari cerita Bock soal perjalanannya ke pedalaman Kalimantan dan pedalaman Sumatra. R.H.W. Reece adalah yang menceritakan ulang kisah itu. (*)

Tags: LegendaLegenda KalimantanOrang Boentoet
Previous Post

126 Kg Sabu Diamankan Polda Kaltara, Tersangka Utama Warga Bontang

Next Post

Napi Kendalikan Transaksi Sabu 126 Kg, Lapas Bontang Akui Kecolongan

BACA JUGA

Belasan Kilometer setiap Pagi, Potret Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

Belasan Kilometer setiap Pagi, Potret Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

12 Februari 2026 | 22:29
Pasar Tumpah di Kutim Belum Tertangani Maksimal, Terkendala Anggaran dan Fasilitas

Pasar Tumpah di Kutim Belum Tertangani Maksimal, Terkendala Anggaran dan Fasilitas

12 Februari 2026 | 22:19
PPPK Angkatan 2021 Kutim Dievaluasi, Hanya Berkinerja Baik Diperpanjang

PPPK Angkatan 2021 Kutim Dievaluasi, Hanya Berkinerja Baik Diperpanjang

12 Februari 2026 | 08:04
Jalan Tanah dan Krisis Air Bersih, Warga Kongbeng Kutim Masih Menunggu Sentuhan Pembangunan

Jalan Tanah dan Krisis Air Bersih, Warga Kongbeng Kutim Masih Menunggu Sentuhan Pembangunan

12 Februari 2026 | 07:53
Aturan Baru Bus Perusahaan di Kutim, Tak Boleh Naik Turun Penumpang Sembarangan

Aturan Baru Bus Perusahaan di Kutim, Tak Boleh Naik Turun Penumpang Sembarangan

11 Februari 2026 | 18:39
Akses Jalan dan Wisata jadi Prioritas Musrenbang Kecamatan Kombeng Kutim

Akses Jalan dan Wisata jadi Prioritas Musrenbang Kecamatan Kombeng Kutim

11 Februari 2026 | 08:16
Next Post
Napi Kendalikan Transaksi Sabu 126 Kg, Lapas Bontang Akui Kecolongan

Napi Kendalikan Transaksi Sabu 126 Kg, Lapas Bontang Akui Kecolongan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

10 Februari 2026 | 20:19
Bontang Lestari Transformasi jadi Pusat Pertumbuhan Baru, 262 Unit Rumah Subsidi Dibangun

Bontang Lestari Transformasi jadi Pusat Pertumbuhan Baru, 262 Unit Rumah Subsidi Dibangun

7 Februari 2026 | 23:24
Pembangunan Gudang Bulog Rp24 Miliar di Bontang Tertunda, Proses Balik Nama Lahan Belum Tuntas

Pembangunan Gudang Bulog Rp24 Miliar di Bontang Tertunda, Proses Balik Nama Lahan Belum Tuntas

12 Februari 2026 | 07:48
Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya

4 Februari 2026 | 23:21
30 Contoh Kata-Kata Pamit dari Grup Kerja yang Sopan dan Profesional

30 Contoh Kata-Kata Pamit dari Grup Kerja yang Sopan dan Profesional

31 Mei 2025 | 08:50

Terbaru

Belasan Kilometer setiap Pagi, Potret Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

Belasan Kilometer setiap Pagi, Potret Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

12 Februari 2026 | 22:29
Pasar Tumpah di Kutim Belum Tertangani Maksimal, Terkendala Anggaran dan Fasilitas

Pasar Tumpah di Kutim Belum Tertangani Maksimal, Terkendala Anggaran dan Fasilitas

12 Februari 2026 | 22:19
Jelang Ramadan, Satpol PP Bontang Intensifkan Pengamanan di Titik Keramaian

Jelang Ramadan, Satpol PP Bontang Intensifkan Pengamanan di Titik Keramaian

12 Februari 2026 | 22:12
Dominasi Perairan Hambat Ekspansi, Bontang Minta Perluasan Wilayah Darat Belum Kantongi Izin Ruang Laut, 11 Home Stay di Atas Laut Bontang Kuala Terancam Penertiban

Dominasi Perairan Hambat Ekspansi, Bontang Minta Perluasan Wilayah Darat

12 Februari 2026 | 22:03

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

content-ciaa-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

138000271

138000272

138000273

138000274

138000275

138000276

138000277

138000278

138000279

138000280

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

content-ciaa-1701