Pranala.co, SAMARINDA – Pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD) yang datang mendadak membuat sejumlah pemerintah daerah kelimpungan. Anggaran terjepit. Proyek sudah berjalan. Pembayaran terancam tersendat.
Namun satu hal ditegaskan. Regulasi keuangan daerah tidak memberi ruang jalan pintas. Pinjaman jangka pendek tidak boleh dipakai sekadar menutup defisit anggaran. Larangan itu kembali mengemuka.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara, Parjiman, mengingatkan pemerintah daerah agar tidak salah langkah. Skema pinjaman daerah, kata dia, memiliki koridor yang ketat. Tidak bisa digunakan sesuka hati.
“Pinjaman jangka pendek hanya diperbolehkan jika sudah direncanakan sejak awal untuk membiayai proyek pembangunan tertentu. Bukan untuk menambal defisit yang muncul mendadak,” ujar Parjiman dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).
Ia menegaskan, setiap rencana pinjaman daerah wajib mendapat persetujuan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Prosesnya tidak singkat. Ada verifikasi ketat. Ada penilaian menyeluruh.
Masalah muncul ketika TKD dipotong secara tiba-tiba. Di sisi lain, sejumlah proyek infrastruktur sudah masuk tahap lelang. Bahkan ada yang sudah berjalan. Konsekuensinya jelas. Risiko keterlambatan pembayaran mengintai.
Pemerintah daerah pun berada di persimpangan sulit. Proyek tidak mungkin dihentikan begitu saja. Tetapi ruang fiskal semakin sempit. Kondisi itu memaksa kepala daerah berpikir keras. Mencari celah solusi. Tetap di dalam pagar regulasi.
Jimmy itu mencontohkan, beberapa daerah mencoba mengoptimalkan serapan anggaran dari program lain. Salah satunya Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Harapannya sederhana. Ada sisa anggaran yang bisa direalokasi untuk kebutuhan mendesak.
Namun, langkah itu pun tidak otomatis mudah. Menurut Parjiman, proyeksi TKD untuk tahun anggaran 2026 sempat menunjukkan tren penurunan. Meski demikian, realisasi akhirnya sangat bergantung pada pola penyerapan anggaran di berbagai sektor.
Artinya, kehati-hatian menjadi kunci. Pinjaman bukan solusi instan. Apalagi jika hanya untuk menutup lubang yang datang tiba-tiba. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















