BONTANG, Pranala.co — Harapan keluarga masih bertahan. Seorang nelayan asal Kota Bontang, Saharuddin, dilaporkan hilang kontak selama sepekan setelah kapal yang ditumpanginya diduga hanyut di perairan Muara Berau, Kalimantan Timur.
Peristiwa ini bermula Senin, 23 Maret 2026. Sekira pukul 07.00 Wita, Saharuddin berangkat dari Pelabuhan Berbas Pantai menggunakan kapal pemancing bernama Nur Hikmah. Ia menuju area kapal pengeboran di perairan Muara Berau, yang berjarak sekitar 60 mil laut atau ditempuh dalam waktu 5 hingga 6 jam perjalanan dari daratan.
Namun, perjalanan tersebut berubah menjadi kekhawatiran. Pada Jumat (27/3/2026) sekira pukul 09.00 Wita, komunikasi dengan korban terputus. Kapal yang ditumpangi diduga mengalami kerusakan mesin, sehingga tidak dapat dikendalikan dan berpotensi hanyut mengikuti arus laut.
Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bontang, Usman, menjelaskan bahwa kondisi di laut sangat dipengaruhi faktor alam, khususnya arah angin dan arus.
“Jika kapal mengalami mati mesin, arah angin dan arus menjadi penentu utama pergerakan kapal. Ini menjadi dasar dalam menentukan pola pencarian,” ujarnya, Senin (30/3/2026).
Ia menambahkan, pada tahap awal, tim SAR gabungan memfokuskan pencarian di wilayah Selat Makassar, khususnya di sekitar area pengeboran Wesenol. Tim Basarnas juga sempat bersiaga di Muara Pegah untuk memperluas jangkauan pencarian.
Namun, perkembangan terbaru mengubah strategi operasi. Berdasarkan analisis pergerakan angin dan arus laut pada periode 27 hingga 29 Maret 2026, arah hanyutan kapal diperkirakan bergeser menuju perairan Balikpapan.
“Dari hasil pemetaan, arus dan angin cenderung mengarah ke Laut Balikpapan. Karena itu, fokus pencarian kini dialihkan ke wilayah tersebut,” jelas Usman.
Dengan perubahan tersebut, koordinasi lintas wilayah menjadi krusial. Basarnas Balikpapan kini menjadi garda terdepan dalam operasi pencarian, mengingat lokasi yang semakin menjauh dari wilayah Bontang.
Meski demikian, BPBD Bontang tetap aktif berkoordinasi sejak laporan awal diterima dari pihak keluarga korban. Tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran di area yang diperkirakan menjadi jalur hanyutan kapal.
“Hingga saat ini, pencarian masih terus dilakukan di titik-titik yang berpotensi dilalui kapal,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















