Pranala.co, SAMARINDA – Bangunan tua Rumah Sakit Islam (RSI) Samarinda di Jalan Gurami sudah tujuh tahun terbengkalai. Sejak 2016, tak ada lagi pasien keluar masuk. Lorong-lorong rumah sakit itu sepi. Fasilitasnya pun mulai rusak dimakan waktu.
Kini, nasib RSI kembali dibicarakan. Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Pemprov Kaltim) berencana memanfaatkan kembali aset daerah tersebut.
Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji mengungkapkan, pihaknya sedang melakukan evaluasi dan penyusunan kajian. Tujuannya, mencari cara terbaik agar RSI tidak terus mangkrak.
“Kami sedang mengukur langkah dan menyusun kajian untuk menentukan bagaimana idealnya aset ini bisa dimanfaatkan ke depan,” ujar Seno.
Ada beberapa opsi yang muncul. Salah satunya, menjadikan lahan RSI sebagai pusat rehabilitasi narkotika. Alternatif lain, mengembalikan fungsinya sebagai rumah sakit Islam.
Namun, Seno menegaskan bahwa semua masih dalam tahap pembicaraan. Keputusan final diperkirakan baru akan ditetapkan pada 2026.
Sejak berhenti beroperasi pada 2016, persoalan RSI memang berlarut-larut. Saat itu, Pemprov menarik aset lahan rumah sakit dan mengalihkan operasional ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie.
Langkah tersebut ditolak Yayasan RSI. Mereka keberatan karena mekanisme yang ditawarkan tidak disertai perjanjian kerja sama yang jelas. Akibatnya, sengketa hukum pun berlangsung panjang.
Pada 2020, Pemprov sempat menawarkan opsi sewa lahan kepada yayasan. Namun, masalah baru muncul. Auditor negara menemukan adanya tunggakan sewa hingga Rp415 juta.
Kini, Pemprov berencana mengambil alih lahan RSI sepenuhnya. Setelah itu, barulah komunikasi dengan Yayasan RSI dilakukan.
“Yang utama, aset ini harus lebih dulu masuk ke daftar Barang Milik Daerah (BMD). Setelah itu, baru kita bisa tentukan langkah selanjutnya,” jelas Seno.
Ia menegaskan, pencarian solusi untuk RSI sangat penting. Sebab, bangunan dan lahannya seharusnya bisa memberi manfaat nyata bagi masyarakat Kaltim.
“Kami berkomitmen memastikan aset milik daerah ini bisa dimanfaatkan secara optimal untuk kebaikan bersama,” pungkasnya. (TIA)


















