Pranala.co, BONTANG — Aspirasi warga Kelurahan Berebas Tengah, Kota Bontang tumpah ruah dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) RKPD Tahun 2027 yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Kelurahan, Rabu (28/1/2026) malam.
Musrenbang yang dibuka Staf Ahli Pemerintahan dan Hukum Setda Kota Bontang, Anwar Sadat, tersebut mengusung tema Penguatan Daya Saing Sumber Daya Manusia, Ekonomi Kerakyatan, dan Infrastruktur yang Mendukung Investasi. Tema ini mencerminkan arah pembangunan Kota Bontang yang menempatkan manusia dan ekonomi lokal sebagai fondasi utama.
Lurah Berebas Tengah, Abdul Malik Rifa’i, melaporkan Musrenbang kali ini diikuti 62 Ketua RT, jumlah terbanyak di Kota Bontang. Dari forum tersebut, tercatat lebih dari 100 usulan yang masuk, mencakup sektor infrastruktur, sosial kemasyarakatan, ekonomi, hingga lingkungan.
“Usulan yang masuk menunjukkan kebutuhan masyarakat yang sangat beragam. Ini mencerminkan dinamika sosial yang cukup tinggi di Berebas Tengah,” ujar Rifa’i.
Salah satu persoalan krusial yang kembali mengemuka adalah pendangkalan sungai yang berdampak langsung terhadap mata pencaharian warga. Sekitar 20 persen masyarakat Berebas Tengah berprofesi sebagai nelayan, namun aktivitas melaut kerap terhambat, terutama saat air surut.
“Ketika air surut, nelayan tidak bisa melaut karena kedalaman sungai tidak mencukupi. Kami berharap persoalan ini mendapat perhatian serius agar ekonomi nelayan bisa meningkat,” tegas Rifa’i.
Mewakili Wali Kota Bontang, Anwar Sadat menegaskan Musrenbang kelurahan merupakan tahapan paling awal sekaligus fundamental dalam siklus perencanaan pembangunan daerah. Proses ini, kata dia, telah diatur secara jelas dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 87 Tahun 2017.
“Musrenbang kelurahan adalah ruang formal bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi secara langsung dan terstruktur. Seluruh usulan akan dihimpun, diprioritaskan, lalu diselaraskan dengan rencana kerja perangkat daerah agar pembangunan benar-benar dimulai dari bawah,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu, Anwar juga memaparkan kondisi makro pembangunan Kota Bontang. Setelah mengalami kontraksi ekonomi pada 2024 dengan pertumbuhan minus -2,51 persen, kinerja ekonomi Bontang mulai menunjukkan tren pemulihan sepanjang 2025.
“Pertumbuhan ekonomi triwulanan pada 2025 mencatatkan angka positif. Triwulan I sebesar 1,67 persen, meningkat menjadi 4,89 persen pada triwulan II, dan berada di angka 3,78 persen pada triwulan III,” ungkapnya.
Tak hanya ekonomi, kualitas pembangunan manusia juga mengalami peningkatan signifikan. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bontang tahun 2025 tercatat sebesar 83,04, masuk kategori sangat tinggi.
Anwar menekankan, sebagai kelurahan dengan jumlah RT terbanyak di Bontang, Berebas Tengah memiliki kompleksitas persoalan dan kebutuhan pembangunan yang lebih beragam dibanding wilayah lain.
“Jadikan Musrenbang ini sebagai ruang dialog yang konstruktif dan inklusif. Junjung tinggi musyawarah, kebersamaan, dan tanggung jawab bersama agar perencanaan pembangunan benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” pesannya. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















