Pranala.co, BONTANG – Kelurahan Tanjung Laut, Kota Bontang menatap tahun mendatang dengan optimisme. Berbagai rencana pembangunan mulai disiapkan, seiring komitmen pemerintah untuk menata kawasan pesisir agar semakin nyaman dan produktif bagi warganya.
Optimisme itu mengemuka dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kelurahan Tanjung Laut Tahun 2027 yang digelar di Pendopo Kelurahan, Selasa (27/1/2026).
Forum tersebut menjadi ruang dialog antara warga dan pemerintah untuk menyusun arah pembangunan berbasis kebutuhan riil di lapangan.
Lurah Tanjung Laut, Susardi, mengawali paparan dengan kabar menggembirakan. Pembangunan kantor kelurahan baru, yang selama ini dinanti warga, kini hampir tuntas. Progres fisiknya telah mencapai sekitar 90 persen.
“Insyaallah, jika tidak ada kendala, kantor kelurahan yang baru akan diresmikan pada Februari 2026. Ini bukan sekadar bangunan, tetapi simbol semangat baru pelayanan publik di Tanjung Laut,” ujar Susardi.
Ia menjelaskan, kehadiran kantor kelurahan baru diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan administrasi sekaligus menjadi pusat aktivitas masyarakat yang lebih representatif.
Selain itu, pihak kelurahan juga mengusulkan revitalisasi Pelabuhan Tanjung Laut sebagai bagian dari upaya mendukung aktivitas ekonomi warga pesisir.
Menurut Susardi, Musrenbang menjadi mekanisme penting dalam pembangunan yang bersifat dari bawah ke atas. Melalui forum ini, berbagai aspirasi masyarakat disaring dan diselaraskan dengan kemampuan anggaran daerah.
“Musrenbang adalah ruang kita untuk merumuskan prioritas. Tidak semua bisa diwujudkan sekaligus, tetapi kebutuhan paling mendesak harus mendapat perhatian,” katanya.
Dukungan Pemerintah Kota disampaikan oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Hukum, Anwar Sadat, yang hadir mewakili Wali Kota Bontang. Ia menegaskan bahwa kawasan Tanjung Laut memiliki posisi strategis, sehingga pembangunan infrastruktur dasar menjadi hal yang tidak bisa ditawar.
Salah satu fokus utama pemerintah adalah penanganan banjir melalui pembangunan Polder Tanjung Laut. Program ini dinilai krusial untuk mengurangi risiko genangan yang kerap mengganggu aktivitas warga, terutama saat curah hujan tinggi.
“Pemerintah Kota berkomitmen mendukung penanganan banjir melalui polder, sekaligus mendorong program peningkatan ekonomi masyarakat. Indeks Pembangunan Manusia Bontang sudah sangat tinggi, dan itu harus kita jaga dengan infrastruktur yang memadai,” ujar Anwar Sadat.
Ia berharap seluruh usulan yang disampaikan dalam Musrenbang benar-benar berorientasi pada kepentingan publik dan memberi dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat.
Kegiatan Musrenbang tersebut turut dihadiri Anggota DPRD Bontang Yusuf, perwakilan perangkat daerah, unsur perusahaan, serta tokoh masyarakat. Kehadiran berbagai unsur itu mencerminkan semangat kolaborasi dalam membangun Tanjung Laut agar semakin tertata, tangguh, dan berdaya saing di masa depan. (RIL)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















