Pranala.co, BONTANG — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terjadi di Kota Bontang. Kali ini, api melahap lahan perkebunan di kawasan Jalan Mente RT 24, Kelurahan Satimpo, Kecamatan Bontang Selatan, Senin (26/1/2026) siang. Beruntung, peristiwa tersebut berhasil ditangani dengan cepat tanpa menimbulkan korban jiwa maupun kerusakan fasilitas umum.
Peristiwa kebakaran pertama kali dilaporkan warga melalui layanan darurat 112 sekira pukul 13.42 WITA. Menindaklanjuti laporan tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bontang langsung mengerahkan personel ke lokasi untuk melakukan pengecekan dan upaya penanganan awal.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Bontang, Ismail Abdullah, menjelaskan kebakaran bermula dari aktivitas seorang warga yang tengah membersihkan lahan perkebunan dengan cara merintis dan membakar rumput hasil rintisan. Api yang awalnya kecil kemudian dengan cepat merembet ke area sekitar karena kondisi lahan yang kering.
“Api menyebar cukup cepat karena lahan dalam kondisi kering. Situasi seperti ini sangat berbahaya, terutama saat mulai memasuki musim panas,” ujar Ismail.
Ia menyebutkan, kawasan tersebut memang tergolong rawan kebakaran, khususnya ketika cuaca panas disertai angin yang cukup kencang. Kondisi ini membuat api mudah merambat dan sulit dikendalikan jika tidak segera ditangani.
Tim gabungan yang terdiri dari BPBD Kota Bontang, unsur kelurahan, Polri, TNI, serta Fire Team PT Badak LNG langsung melakukan pemadaman dan penyisiran di sekitar lokasi kejadian. Langkah ini dilakukan untuk memastikan tidak ada sisa bara api yang berpotensi memicu kebakaran lanjutan.
Setelah upaya intensif selama lebih dari dua jam, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 16.01 WITA.
“Api sudah benar-benar padam. Situasi aman, tidak ada korban jiwa, korban luka, maupun kerusakan fasilitas umum,” tegas Ismail.
Ia pun mengingatkan masyarakat agar lebih waspada dan meningkatkan kesadaran dalam menjaga lingkungan, terutama saat memasuki musim panas. Menurutnya, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat signifikan akibat aktivitas pembakaran terbuka yang tidak terkendali.
“Membersihkan lahan dengan cara membakar sangat berisiko. Api bisa dengan cepat menyebar, sulit dikendalikan, dan membahayakan banyak pihak. Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan sembarangan dan menggunakan cara yang lebih aman serta ramah lingkungan,” imbau dia. (FR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















