Pranala.co, SAMARINDA – Pagi yang biasanya tenang di pusat Kota Samarinda berubah panik. Api tiba-tiba melahap salah satu hotel paling legendaris di kota ini, Hotel Bumi Senyiur.
Hotel berarsitektur klasik di Jalan Pangeran Diponegoro, Kelurahan Pelabuhan, Kecamatan Samarinda Kota itu terbakar sekitar pukul 07.15 Wita, Rabu pagi. Asap tebal terlihat keluar dari lantai dua bangunan megah tersebut.
Para tamu yang sedang bersiap untuk sarapan berlarian keluar. Sebagian masih memakai pakaian tidur, sebagian lainnya tampak menutupi hidung karena asap pekat mulai memenuhi koridor hotel.
Tak lama setelah laporan diterima, petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Samarinda bersama puluhan relawan gabungan langsung dikerahkan ke lokasi.
Mereka berfokus pada dua hal: evakuasi tamu dan pemadaman titik api utama. Lima posko damkar dikerahkan, termasuk satu unit tangga untuk antisipasi bila ada tamu terjebak di lantai atas.
“Alhamdulillah, semua selamat dan sudah berada di titik kumpul. Semua diarahkan dengan cepat oleh anggota damkar dan relawan,” kata Hendra AH, Kepala Disdamkarmat Samarinda.
Evakuasi berjalan lancar. Seluruh pengunjung berhasil dievakuasi ke titik aman sebelum diarahkan keluar dari area hotel.
Dari hasil pemeriksaan awal, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, beberapa orang mengalami sesak napas akibat asap, termasuk seorang petugas pemadam.
Kondisi di lapangan cukup sulit. Asap tebal dan ruangan gelap menyulitkan petugas saat menembus titik api. “Kami bahkan harus menggunakan oksigen kebakaran untuk menembus asap,” jelas Hendra.
Penyelidikan awal menemukan fakta mengejutkan. Sistem proteksi kebakaran hotel tidak berfungsi sebagaimana mestinya.
Hydrant hotel diketahui tidak aktif, dan tidak ada sprinkler di ruangan. Meski tersedia alat pemadam api ringan (APAR) di setiap lorong, kapasitasnya tak cukup menahan api yang sudah membesar.
“Sistem proteksi kebakarannya tidak memenuhi standar keselamatan. Setiap hotel dan tempat umum wajib memiliki sistem yang memadai,” tegas Hendra. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















