SAMARINDA, Pranala.co – Arus mudik Lebaran 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Bagi warga Kalimantan Timur (Kaltim) yang memilih perjalanan darat, tantangan besar menanti: musim penghujan yang masih mengguyur sebagian besar wilayah. Kondisi ini berpotensi menciptakan jalur licin dan meningkatkan risiko kecelakaan di jalan raya.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas II Kalimantan Timur, Renhard Ronald, mengeluarkan imbauan tegas menjelang lonjakan pergerakan masyarakat. Baginya, keselamatan bukanlah pilihan, melainkan keharusan mutlak.
“Keselamatan dan keamanan menjadi hal yang paling penting untuk diperhatikan, baik oleh kami sebagai penyelenggara angkutan darat maupun oleh masyarakat yang menggunakan fasilitas transportasi,” tegas Renhard dalam keterangan resminya, baru-baru ini.
Pihak BPTD Kaltim menegaskan telah menyiapkan tiga lapisan pengamanan. Pertama, pemeriksaan teknis kendaraan yang ketat untuk memastikan seluruh armada layak operasi. Kedua, pemantauan intensif terhadap faktor cuaca yang dinilai krusial. Ketiga, koordinasi lintas instansi untuk respons cepat bila terjadi kondisi darurat.
Langkah ini sejalan dengan instruksi langsung Menteri Perhubungan Republik Indonesia yang menekankan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem selama puncak arus mudik dan balik.
Meski potensi hujan lebat mengintai, Renhard menegaskan bahwa kondisi atmosfer tidak seharusnya mematikan semangat pulang kampung. Yang terpenting, mitigasi risiko dilakukan secara proaktif dan menyeluruh.
“Mobilitas masyarakat tetap bisa berjalan lancar selama kita waspada dan terinformasi dengan baik,” ujarnya.
Para pemudik diimbau memantau prakiraan cuaca secara berkala melalui aplikasi resmi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebelum memutuskan berangkat. Informasi terkini menjadi kunci utama menghindari jalur yang terdampak cuaca buruk.
Kepala Kantor Meteorologi Stasiun Meteorologi Pangkalan Udara TNI AU (SAMS) Sepinggan Balikpapan, Djoko Sumardiono, memberikan penjelasan teknis yang mengerucut pada satu titik kritis: area terminal.
“Karena masih dalam musim hujan, pemudik perlu meningkatkan kewaspadaan, terutama di area terminal yang kerap tergenang air. Kondisi tersebut dapat membuat permukaan jalan menjadi licin dan berpotensi memicu kecelakaan,” jelas Djoko.
Ia menambahkan bahwa data cuaca dan potensi bencana terus diperbarui secara real-time melalui berbagai platform digital. Akses informasi ini, menurutnya, kini semakin mudah dijangkau masyarakat berkat perkembangan teknologi komunikasi. (DIAS/RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















