Pranala.co, BALIKPAPAN — Sebuah insiden terjadi di Jalan Ahmad Yani, Balikpapan Tengah, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur (Kaltim), Sabtu (12/7/2025) malam.
Sebuah mobil pemadam kebakaran (Damkar) terekam menabrak kendaraan pribadi yang menghalangi lajunya. Video kejadian itu viral di media sosial dan langsung menyulut perdebatan publik.
Insiden bermula saat tim Damkar tengah melaju menuju lokasi kebakaran di Gang Tirta, RT 35, Kelurahan Gunung Sari Ilir, kawasan padat penduduk yang sedang dilanda kobaran api.
Namun perjalanan terhambat. Sebuah mobil pribadi disebut tidak segera menepi meski sirene Damkar sudah meraung-raung.
“Mobil Damkar adalah kendaraan prioritas. Sudah diatur dalam undang-undang,” tegas Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali, Senin (14/7).
Menurutnya, dari rekaman yang beredar, pengemudi mobil pribadi tampak bingung dan lambat menepi, meski jalan di depannya cukup lengang. Situasi itu membuat Damkar terpaksa mendorong mobil tersebut untuk segera bisa melanjutkan misi pemadaman.
“Informasinya, sopir mobil pribadi adalah ibu-ibu. Mungkin gugup atau panik,” jelas Usman.
Usman menegaskan, respons darurat memadamkan api dibatasi waktu. Tim Damkar dituntut sampai lokasi maksimal 15 menit sejak alarm pertama berbunyi.
“Ini bukan tontonan. Kami butuh ruang dan waktu,” ucapnya.
Ia juga menyentil kebiasaan masyarakat yang berkerumun dan parkir sembarangan di lokasi kebakaran. Kebiasaan itu justru bisa menghambat petugas dan membahayakan nyawa.
“Apalagi kalau kebakaran terjadi malam hari, jarak pandang sopir terbatas,” tambahnya.
Usman bahkan mengungkap kasus tragis yang pernah terjadi. “Pernah ada petugas kami sendiri terlindas saat truk Damkar mundur karena kondisi gelap,” ujarnya.
Sopir Damkar Sudah Diingatkan
Meski dalam kondisi darurat, Usman memastikan pihaknya sudah memberi arahan ke seluruh sopir Damkar agar tetap mengutamakan keselamatan.
“Kami tekankan: cepat boleh, tapi harus tetap hati-hati,” tegasnya.
Insiden viral ini, menurutnya, adalah pelajaran penting bagi semua pihak—baik masyarakat maupun petugas Damkar. Ia berharap kasus ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan.
“Tidak perlu diperpanjang. Yang penting semua belajar dari kejadian ini,” katanya.
Usman mengajak masyarakat untuk ikut berperan aktif dalam menghadapi bencana. Tidak cukup hanya petugas yang bergerak cepat, tapi dukungan masyarakat di jalan juga sangat menentukan.
“Kalau sirene berbunyi, segera beri jalan. Itu bisa menyelamatkan nyawa,” tegasnya.

















Kapok siapa suruh lambat2 jalan di depan mobil damkar dan ambulance Krn itu mobil prioritas utama ngga salah kl di tabrak kl sy setuju sekali ngga akan sy mau ganti rugi sp suruh di jalan JD bloon otaknya