• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Minggu, April 5, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Misteri Obat Ajaib dari Rimba Kalimantan

Suriadi Said by Suriadi Said
1 Juli 2020 | 00:44
Reading Time: 3 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

MISTERI kekayaan rimba Kalimantan diyakini menyimpan berbagai bahan “herbal ajaib” kembali mencuat, dibarengi asa baru bagi penyembuhan penyakit-penyakit berbahaya yang selama ini belum ditemukan obatnya.

Optimisme adanya keajaiban dari rimba Kalimantan berkat sukses dua siswa asal SMA Negeri Palangkaraya, yakni Anggina Rafitri dan Aysa Aurealya Maharani yang menemukan obat penyembuh kanker dari tumbuhan Bajakah. Hasil karya mereka meraih medali emas di World Invention Creativity Olympic (WICO), Seoul, Korea Selatan, 25 Juli 2018.

PILIHAN REDAKSI

Tutupan Hutan Kaltim 63 Persen, Jauh Lebih Tinggi dari Standar Nasional Begini Upaya Kaltim Menyelamatkan 6,5 Juta Hektare Hutan

Tutupan Hutan Kaltim 63 Persen, Jauh Lebih Tinggi dari Standar Nasional

20 Maret 2026 | 05:51
Pemprov Kaltim Percepat Integrasi Aplikasi SAKTI untuk Layanan Publik

Pemprov Kaltim Percepat Integrasi Aplikasi SAKTI untuk Layanan Publik

27 Maret 2025 | 19:05

Sebenarnya cerita tentang misteri dan harapan obat ajaib dari rimba Kalimantan, termasuk di Kalimantan Utara (Kaltara) bukan kisah baru. Cerita itu misalnya sudah mencuat pada 1990-an ketika deforestasi (hilangnya hutan akibat kegiatan manusia) di Kalimantan jadi sorotan dunia.

Ada pihak yang mengambinghitamkan warga lokal berkontribusi bagi deforestasi, yakni pembalakan liar dan pembukaan lahan dengan pembakaran. Namun, pakar kehutanan Universitas Mulawarman Dr. Ir Abubakar M Lahjie M. Agr membantahnya karena justru dengan kearifan lokal, warga setempat mampu melestarikan hutan secara turun-temurun.

Pakar agroferestry lulusan Nihon University Jepang itu menjelaskan hasil studinya ternyata warga lokal membagi beberapa zona hutan, di antaranya untuk berburu, perkampungan, pemakaman, serta hutan larangan yang menjadi ‘”apotek hidup”.

Warga pedalaman ternyata sudah turun temurun sejak dulu memanfaatkan herbal di kawasan “apotek hidup” bagi kesehatan mereka. Bagi warga yang merambah zona larangan ini bisa terkena sanksi oleh lembaga adat, jadi tidak benar mereka merusak hutan.

Berbagai cerita sudah diekspose tentang “kehebatan herbal ajaib” dari hutan larangan. Namun, kala itu belum ada penelitian mendalam mengenai khasiat herbal dari rimba Kalimantan. Padahal sudah tersiar tentang serbuk bisa menangkal malaria, ramuan untuk mengatur kelahiran serta pengobatan kanker.

Ramuan Ajaib dari Bumi Borneo

Pada pertengahan 1990-an, harapan akan ditemukan ramuan ajaib kembali mencuat. Hal itu seiring hebohnya berita kasus pertama kali warga Kaltim dinyatakan positif terkena Human Immunodeficiency Virus (HIV)/Acquired Immuno Deficiency Syndrome (AIDS) pada 1993 di Lokalosasi Loa Janan Kutai.

Kepanikan dunia kedokteran terhadap HIV/AIDS akhirnya menaruh harapan baru, termasuk wacana menemukan tumbuhan obat dari “Heart of Borneo” (Indonesia, Malaysia, dan Brunei).

Harapan untuk menemukan ramuan ajaib dari bumi Borneo tampaknya kurang mendapat respon positif. Pasalnya, berita hutan Borneo memiliki tumbuhan hebat untuk pengobatan dianggap hanya sebuah “kampanye” dari penggiat lingkungan untuk penyelamatan hutan Borneo.

Kaya Kandungan antioksidan

Bagi warga Kalimantan, sejak di bangku sekolah dasar sudah akrab dengan akar Bajakah (namanya berbeda-beda setiap wilayah). Misalnya, pelajar yang mengikuti program kepanduan/pramuka akan diajarkan cara bertahan hidup di hutan, salah satunya meminum air dari akar Bajakah. Tapi yang tahu khasiatnya sebagai obat kanker ternyata terbatas, termasuk hanya warga Dayak di Kalteng.

Pengetahuan itu kian tersebar setelah prestasi siswa Palangkaraya itu terpublikasikan. Dari pengetahuan itu, keduanya disebut menemukan obat penyembuh kanker dari akar tumbuhan Bajakah yang diolah menjadi bubuk.

Dalam uji coba terhadap tikus, Anggina dan Aysa menemukan bahwa sel tumor bisa menghilang dalam waktu dua minggu. Dari uji laboratorium, Bajakah memiliki kandungan antioksidan ribuan kali lipat ketimbang jenis tanaman lainnya.

Bajakah juga disebut teridentifikasi mengandung 40 zat yang bisa mematikan sel-sel kanker dalam tubuh. Zat-zat teridentifikasi antara lain saponin, fenolik, steroid, terpenoid, tannin, alkonoid, dan terpenoid.

Zat-zat itu memiliki fungsi bagi kesehatan, antara lain sebagai antioksidan, memaksimalkan kerja sistem imun, dan kaya vitamin A. Zat-zat itu juga disebutkan bisa mematikan sel kanker, memperbaiki struktur DNA yang rusak, dan mendetoksifikasi senyawa karsinogen.

Warga Dayak mengolah Bajakah dengan mengeringkan secara alami dengan dijemur serta menjadikan sebagai bubuk.

Bubuk itu direbus seperti minuman teh.

Berdasarkan pengakuan warga dengan rutin meminum teh Bajakah itu selama dua bulan bisa menyembuhkan tumor atau kanker payudara. Warga asli Kalimantan sejak ratusan tahun silam sudah memiliki pengetahuan tentang manfaat tumbuh-tumbuhan.

Pengetahuan mereka bukan hanya untuk pengobatan tapi bisa juga untuk “meracun” dengan memafaatkan getah atau zat dari jenis tumbuhan tertentu yang dirahasiakan. Termasuk menciptakan racun anak sumpit berasal dari ramuan getah pohon.

Dengan berbagai pengetahuan itu sehingga dulu ada anggapan negatif bahwa suku asli Kalimantan memiliki “magic” yang bisa meracun orang.

Kerusakan Lingkungan

Keberhasilan meraih emas di WICO dengan uji coba pada tikus tampaknya perlu perjalanan agak panjang dalam uji fase klinis untuk manusia. Pembuktian uji fase klinis terhadap manusia tetap dibutuhkan meski ada testimoni warga yang mengaku sembuh setelah secara rutin meminum teh herbal Bajakah.

Yang jelas, kini dampak dari viralnya berita tersebut terjadi perburuan tumbuhan Bajakah..Pantauan di sejumlah toko online juga marak menjual Bajakah masih berbentuk potongan dengan harga fantastis dari ratusan ribu hingga jutaan rupiah.

Demikian pula pantauan postingan di media sosial juga tampak marak pemburuan serta penjualan Bajakah bukan hanya di Kalteng tapi pada provinsi lain di Kalimantan.

Kondisi itu cukup memprihatinkan karena dikhawatirkan terjadi kerusakan lingkungan akibat Bajakah diburu secara massal dan masif. Kekhawatiran tersebut beralasan, mengingat deforestasi dalam dua dasawarsa di Kalimantan cukup parah.

Deforestasi kian parah sejak 2000-an karena pengelolaan kawasan yang semula hanya oleh beberapa konglomerasi HPH (hak penguasaan hutan) pada Orba, kemudian diserahkan ke koperasi dan komunitas adat pada awal reformasi.

Ibarat sebuah roti jika sebelumnya hanya dimakan oleh beberapa konglomerasi maka pada awal reformasi hutan dihabisi beramai-ramai oleh koperasi dan kelompok adat, termasuk keserakahan pembalak liar menggunakan gergaji mesin dan alat berat. Setelah era industri perhutanan dan perkayuan berlalu, ternyata badai deforestasi masih berlanjut oleh mesin dari sektor perkebunan. (*)

 

 

Artikel ini sudah pernah terbit berjudul Misteri Obat Ajaib dari Rimba Kalimantan

Tags: HutanKalimantan TimurKayu bajakah
Previous Post

Jelang Pilkada, Bawaslu Ingatkan Netralitas ASN Bontang di Media Sosial

Next Post

Kaltim Anggarkan Rp500 Miliar, Baru Terpakai Rp60 Miliar untuk Corona

BACA JUGA

KEK Maloy Batuta Pemkab Kutim Siapkan 500 Hektare Lahan untuk Optimalisasi KEK Maloy

Investasi Besar Menanti! KEK Maloy Batuta Kaltim Dikelola Lebih Profesional

4 April 2026 | 23:43
Pemkab Kutim Usulkan 280 Formasi ASN 2026, Antisipasi Banyaknya Pensiun Kutim Ajukan 250 Formasi ASN, Antisipasi Pensiun Pegawai

Pemkab Kutim Usulkan 280 Formasi ASN 2026, Antisipasi Banyaknya Pensiun

4 April 2026 | 21:24
Infrastruktur Kutim Masih 40 Persen

Infrastruktur Kutim Masih 40 Persen

4 April 2026 | 21:16
Seleksi JPT Pratama Kutim 2026; 23 Peserta Berebut 4 Posisi Kepala Dinas

Seleksi JPT Pratama Kutim 2026; 23 Peserta Berebut 4 Posisi Kepala Dinas

4 April 2026 | 21:09
ASN Kaltim Langgar WFA Kena Sanksi, TPP Dipotong hingga 2 Persen per Hari Pemprov Kaltim Terapkan WFA bagi ASN saat Libur Nyepi dan Idulfitri 2026, Ini Jadwalnya Mulai 2026, PNS Wajib Aktifkan MFA ASN Digital, Ini Langkah-Langkahnya Jelang Nataru, Pemkab Kutim Terapkan Pola Kerja Fleksibel bagi ASN Gaji Tunggal ASN Diwacanakan Berlaku 2026, Begini Respons Pemkot Bontang Mulai 1 Juni, Jam Kerja ASN di Mahulu Diubah: Ini Jadwal Lengkapnya

ASN Kaltim Langgar WFA Kena Sanksi, TPP Dipotong hingga 2 Persen per Hari

4 April 2026 | 20:53
Pemprov Kaltim Terapkan WFA, ASN Wajib Absensi Online dan Lapor Kinerja

Pemprov Kaltim Terapkan WFA, ASN Wajib Absensi Online dan Lapor Kinerja

4 April 2026 | 20:34
Next Post

Kaltim Anggarkan Rp500 Miliar, Baru Terpakai Rp60 Miliar untuk Corona

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24

Terbaru

Gol Boaz Solossa di Injury Time Hancurkan Asa Persiba Balikpapan

Gol Boaz Solossa di Injury Time Hancurkan Asa Persiba Balikpapan

5 April 2026 | 00:05
5.800 Jemaah Haji 2026 Bakal Melewati Embarkasi Balikpapan Kaltim 2.580 Jemaah Haji Kaltim Siap Terbang Mei Ini, Masa Tunggu Tembus 36 Tahun Proses Pelunasan Biaya Haji Kaltim 2025 Dibuka, Simak Tahapan dan Jadwalnya! 7 Jemaah Haji Embarkasi Balikpapan Meninggal Dunia, Mayoritas Berusia Lanjut Biaya Ibadah Haji Embarkasi Balikpapan Rp50,7 Juta

5.800 Jemaah Haji 2026 Bakal Melewati Embarkasi Balikpapan Kaltim

4 April 2026 | 23:55
KEK Maloy Batuta Pemkab Kutim Siapkan 500 Hektare Lahan untuk Optimalisasi KEK Maloy

Investasi Besar Menanti! KEK Maloy Batuta Kaltim Dikelola Lebih Profesional

4 April 2026 | 23:43
Kabar Duka: Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming Tutup Usia

Kabar Duka: Wakil Ketua DPRD Bontang, Maming Tutup Usia

4 April 2026 | 22:43

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved