Pranala.co, SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) mewacanakan pendataan terhadap siswa laki-laki yang dinilai berperilaku gemulai. Rencana ini dikaitkan dengan program pembinaan karakter generasi muda menuju visi Generasi Emas 2045.
Wakil Bupati Kutim, Mahyunadi, menjelaskan bahwa pendataan tersebut bukan untuk memberi label negatif, melainkan sebagai bagian dari upaya pembinaan karakter di lingkungan sekolah.
“Ada potensi kita akan mendata. Bukan hanya mendata, bahkan mensosialisasikan ke sekolah-sekolahan,” kata Mahyunadi di Sangatta, Senin (10/11).
Ia menegaskan pemerintah ingin memastikan para pelajar memiliki karakter yang kuat dan percaya diri. Menurutnya, perhatian khusus diperlukan agar tidak ada anak yang “salah arah” dalam masa tumbuh kembangnya.
“Pemuda kan harus gagah berani, bukan berarti yang gemulai itu tidak bagus. Yang penting arahnya jelas,” ujarnya.
Wacana ini langsung mendapat tanggapan dari Duta Pemuda Kutim 2025, Marsyah. Ia meminta pemerintah berhati-hati dalam penyusunan program agar tidak menimbulkan stigma ataupun tekanan sosial bagi para siswa.
Menurutnya, pendekatan pembinaan harus lebih edukatif dan solutif, bukan semata-mata pendataan apalagi pelabelan.
“Pemerintah perlu hati-hati. Dampaknya bisa besar kalau tidak dirumuskan dengan bijak,” ujarnya.
Marsyah juga mengingatkan bahwa perilaku gemulai bukan fenomena yang hanya muncul di lingkungan pelajar.
“Enggak cuma siswa. Di luar juga banyak, termasuk usia dewasa. Jadi pembinaannya harus menyeluruh dan tidak diskriminatif,” katanya.
Sejumlah pemerhati pendidikan menilai bahwa setiap rencana pembinaan terkait perilaku anak harus dirancang dengan prinsip perlindungan, non-diskriminatif, serta menghormati keberagaman ekspresi. Evaluasi dan dialog dengan sekolah, orang tua, serta pihak ahli menjadi kunci agar program tidak menimbulkan salah tafsir.
Pemerintah Kutim sendiri belum mengumumkan mekanisme teknis pendataan maupun model pembinaan yang akan diterapkan. Wacana ini masih dalam tahap pembahasan internal. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami

















