Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berencana memiliki asrama atau mes di Jakarta sebagai fasilitas bagi aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat yang memiliki kepentingan di ibu kota. Selain untuk menekan biaya pengeluaran daerah, fasilitas tersebut juga ditargetkan menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Wakil Wali Kota Bontang, Agus Haris, mengatakan keberadaan asrama tersebut nantinya dapat dimanfaatkan oleh ASN yang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta. Dengan demikian, biaya penginapan dapat ditekan dan dana yang dibayarkan akan kembali menjadi pemasukan daerah.
“Misalnya ASN Bontang dinas ke Jakarta. Daripada menginap di hotel, lebih baik tinggal di asrama milik pemerintah kota. Selain biayanya lebih murah, uangnya juga kembali menjadi PAD Bontang,” ujar Agus Haris, Senin (9/3/2026).
Agus Haris menuturkan, apabila fasilitas tersebut sudah tersedia, ASN yang melakukan perjalanan dinas ke Jakarta akan diarahkan untuk menggunakan asrama tersebut sebagai tempat menginap.
Tidak hanya bagi ASN, fasilitas itu juga dapat digunakan oleh kepala daerah maupun pejabat pemerintah kota saat melakukan kegiatan di Jakarta. Menurutnya, keberadaan satu tempat tinggal yang sama akan memudahkan koordinasi antarpejabat pemerintah daerah ketika berada di ibu kota.
“Kalau semua berada di satu tempat, koordinasi menjadi lebih mudah, terutama ketika ada agenda pemerintah daerah di Jakarta,” katanya.
Selain menambah PAD, rencana pembangunan atau pembelian asrama ini juga diharapkan mampu mengurangi beban pengeluaran daerah.
Selama ini, Pemerintah Kota Bontang masih menyewa mess di Jakarta dengan biaya yang cukup besar. Agus Haris menyebut, dalam satu tahun pemerintah daerah mengeluarkan sekira Rp500 juta untuk biaya sewa.
Jika dihitung selama lebih dari dua dekade, total pengeluaran tersebut telah mencapai sekira Rp13 miliar. “Selama 26 tahun ini salah satu beban pengeluaran daerah adalah sewa asrama di Jakarta. Dalam satu tahun sekitar Rp500 juta,” jelasnya.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah kota menyiapkan rencana anggaran sekitar Rp8 miliar guna membeli asrama di Jakarta. Namun hingga saat ini, penganggaran masih menunggu ketersediaan dana dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Pemerintah daerah masih memprioritaskan sejumlah program lain yang dinilai lebih mendesak, seperti penanganan banjir.
“Mudah-mudahan tahun depan sudah ada anggarannya, atau paling lambat 2028. Saat ini anggaran masih diprioritaskan untuk program yang lebih mendesak,” ujar Agus Haris.
Agus Haris menegaskan, asrama tersebut tidak hanya diperuntukkan bagi ASN. Masyarakat Kota Bontang yang memiliki keperluan di Jakarta juga diharapkan dapat memanfaatkan fasilitas tersebut, khususnya bagi warga dengan keterbatasan biaya.
Dengan demikian, keberadaan asrama itu diharapkan dapat membantu masyarakat sekaligus menjadi aset produktif bagi pemerintah daerah.
“Tidak hanya untuk pegawai, masyarakat Bontang yang datang ke Jakarta dengan keterbatasan biaya juga bisa menginap di sana,” katanya.
Untuk pengelolaannya, pemerintah kota akan berkoordinasi dengan Bagian Umum Sekretariat Daerah Kota Bontang. Tenaga kerja yang mengelola asrama direncanakan berasal dari Bontang, baik dari kalangan aparatur sipil negara maupun pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja.
Namun demikian, pemerintah juga membuka kemungkinan melibatkan tenaga kerja lokal di Jakarta untuk pekerjaan tertentu, seperti perawatan lingkungan di sekitar bangunan.
“Untuk pekerjaan di luar bangunan bisa melibatkan tenaga lokal. Sementara untuk pengelolaan di dalam asrama tentu harus orang yang dipercaya,” jelas Wawali Bontang, Agus Haris. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















