• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Sabtu, April 4, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Menulusuri Pencarian Minyak di Kutai Kartanegara

Suriadi Said by Suriadi Said
1 Juni 2022 | 06:52
Reading Time: 4 mins read
1
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

pranala.co – Jacobus Hubertus Menten seorang pensiunan Dinas Pertambangan Belanda. Dia pernah bekerja di Kalimantan Timur, Buitenzorg (sekarang Bogor), dan Sumatra (1860—1882).

Dia bisa saja kembali ke negerinya menikmati masa pensiun, tetapi minyak Kalimantan Timur membuatnya penasaran sehingga harus tinggal lebih lama di koloni.

PILIHAN REDAKSI

Barak Karyawan PT Rea Kaltim Ludes Terbakar di Kukar, Kerugian Rp300 Juta

Barak Karyawan PT Rea Kaltim Ludes Terbakar di Kukar, Kerugian Rp300 Juta

29 Maret 2026 | 18:23
Tug Boat Hantam Keramba Ikan Warga di Muara Muntai Kaltim, Nahkoda Sudah Teridentifikasi

Tug Boat Hantam Keramba Ikan Warga di Muara Muntai Kaltim, Nahkoda Sudah Teridentifikasi

27 Maret 2026 | 13:53

Menten menemukan minyak ketika dia bertugas sebagai manajer tambang batubara milik pemerintah kolonial Hindia Belanda di Palaran, Kalimantan Timur, pada 1863. Minyak itu tersimpan di dekat Sanga-Sanga, muara Sungai Mahakam, tak  jauh dari tambang batubara (sekarang wilayah ini menjadi bagian dari Kabupaten Kutai Kartanegara).

Menten belum bisa mengeksplorasi simpanan minyak lebih dalam. Dia terikat dengan kerja utamanya: mengeksplorasi dan mengeksploitasi batu bara. Tapi dari batubara, dia bisa mengenal penguasa Kutai, Sultan Aji Sulaiman.

“Ia mempunyai hubungan yang bersahabat dengan Sultan Sulaiman Kutai,” catat Thomas Lindblad dalam Antara Dayak dan Belanda : Sejarah Ekonomi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan 1880—1942.

Kemudian Menten pindah tugas ke Buitenzorg dan Sumatra untuk beberapa lama. Dia kembali ke Kalimantan Timur pada 1882. Dia datang sebagai pensiunan sekaligus pengusaha swasta (Oost Borneo Maastchappij) di bidang batubara.

Menten juga berupaya mengeksplorasi ulang minyak temuannya 20 tahun lampau. Dia berhasil menemukan dua wilayah sumber minyak.

Hubungan baik Menten dengan Sultan Aji membantunya mengantongi izin konsesi eksplorasi minyak pada 29 Agustus 1888. Dia menamai wilayah konsesinya mengikuti nama panggilan anaknya: Louise (Sanga-Sanga) dan Mathilde (sekarang di sekitar Teluk Balikpapan).

Pemerintah kolonial Belanda juga membolehkan Menten mengeksplorasi minyak di wilayah tersebut untuk jangka waktu 75 tahun sejak 30 Juni 1891. Secara hukum, eksplorasi Menten sebagai pengusaha swasta ditunjang penuh oleh Ordonansi Pertambangan 1873.

“Ordonansi ini mencerminkan perhatian lebih besar pemerintah kolonial dalam pemberian izin penelitian mineral dan tambang. Di samping juga menetapkan siapa yang berhak mengeksploitasinya secara komersial,” ungkap Agus Setiawan dalam The Political and Economic Relationship of American Dutch Colonial Administration in Southeast Asia, disertasi pada School of Humanities and Social Sciences (SHSS), Jerman, 2014

Perubahan Situasi

Ita Syamtasiyah Ahyat dalam Politik Ekonomi Kerajaan Kutai dalam Perluasan Kekuasaan Pemerintah Hindia Belanda, menyebut masa itu eksplorasi swasta di bidang pertambangan bertunjang pada tiga hal: pemerintah kolonial, penguasa setempat, dan perundangan. Ketiganya saling berhubungan.

Bermula pemerintah kolonial tidak leluasa mengeksplorasi wilayah Kutai. Di sini ada Kesultanan Kutai. Mereka pemilik sah tanah dan kekayaan alam lainnya seperti hutan dan sungai.

Pemerintah kolonial membangun hubungan politik dan mengadakan perjanjian ekonomi dengan Kesultanan Kutai. Tujuannya mencegah Kesultanan Kutai bekerja sama dengan Inggris.

Keberadaan Inggris di wilayah utara Kalimantan mengkhawatirkan pemerintah kolonial. Mereka sewaktu-waktu akan memperluas wilayahnya ke selatan dan timur Kalimantan. Hubungan pemerintah kolonial dengan Kutai akan melemahkan kemungkinan tersebut.

Dari istana Kesultanan Kutai, kehadiran pemerintah kolonial dipandang sebagai penjamin keamanan dan salah satu sumber ekonomi Kesultanan. Mereka menyepakati serangkaian perjanjian dengan pemerintah kolonial serentang 1825-1882. Melalui perjanjian itulah, wilayah Kutai terbuka bagi pemerintah kolonial.

Perubahan politik di negeri Belanda pada 1860-an menempatkan golongan liberal sebagai motor utama parlemen. Mereka mendesak pemerintah kolonial mengakhiri dominasi negara dalam bidang ekonomi, menghentikan masa tanam paksa (bermula pada 1830), dan membuka koloni untuk investasi swasta di sektor selain perkebunan pada 1870.

Pencarian sumber pendapatan baru negeri induk mendorong ilmuwan-ilmuwan dari negeri Belanda berdatangan ke Kutai. Mereka bekerja meneliti kandungan alam Kutai secara independen, tetapi dana dan logistik mereka berasal dari pemerintah negeri induk.

Kebutuhan ilmuwan dan pemerintah saling berkelindan. Ilmuwan butuh dana untuk memuaskan rasa ingin tahunya terhadap alam Kalimantan, sedangkan pemerintah kolonial perlu laporan ilmuwan demi keuntungan ekonomi.

Batu bara dan minyak merupakan komoditas menguntungkan di pasaran dunia. Seiring perkembangan teknologi dan industri, batubara dan minyak menjelma kebutuhan sehari-hari masyarakat di Eropa dan Amerika Serikat.

Kapal laut bergerak dengan tenaga uap. Uap berasal dari pembakaran batubara. Lampu menyala lebih lama dan terang menggunakan minyak. Minyak laku di mana-mana sebagai bahan utama untuk menyalakan lampu.

Sokongan The Shell

Setelah penjelasan kronik tadi, kita kembali ke pengusaha bernama Menten. Dia menangkap semua perubahan situasi dunia, negeri induk, dan koloni. Dia telah memegang izin konsesi dan sandaran hukum. Tapi dia belum dapat memulai eksplorasi. Ketiadaan uang menjadi masalah besarnya.

Eksplorasi minyak memakan biaya besar. Menten mencari sponsor ke perusahaan tambang swasta dan pemerintah kolonial. “Dia mencari penyokong finansial ke penjuru Eropa sampai frustrasi,” tulis J. Ph. Poley dalam Eroica: The Quest for Oil in Indonesia (1850—1898). Sebab jawaban dari calon investornya serupa. “Maaf, tidak bisa, Menten. Dananya terlalu besar.”

Tapi pertemuan Menten dengan Marcus Samuel melenyapkan rasa frustrasinya. Marcus Samuel adalah orang Inggris pemilik perusahaan tambang bernama The Shell Transport and Trading Company.

Marcus menyanggupi biaya eksplorasi Louise dan Mathilde sebesar 1.200 poundsterling (sekarang setara 151.202,97 poundsterling atau Rp2,6 miliar).

“Pengeboran eksperimen dilakukan pada tahun 1897 dan memberikan hasil yang luar biasa,” sebut Thomas Lindblad. The Shell lalu berminat menanam investasi lebih besar dengan membentuk anak perusahaannya khusus wilayah Hindia Belanda. Namanya The Nederlansch Indische Industrie en Handel Maatschappij.

Peruntungan Menten belum berakhir. Ketika berjalan bersama anaknya di wilayah Mathilde, dia menemukan sumber minyak lainnya. Dia lagi-lagi menamakannya seturut nama anaknya, Nonny.

Paradoks Minyak

Tiga sumber minyak temuan Menten mendatangkan keuntungan besar bagi Kesultanan, pemerintah kolonial, Menten, dan perusahaan The Shell. Pemasukan terus masuk dan kas mereka menggemuk. Tetapi nasib buruk menimpa para pekerja tambang minyak.

“Mereka bekerja tujuh hari seminggu, dari terbit fajar sampai tenggelamnya surya, selama berbulan-bulan lamanya. Tiap orang harus selalu waspada, cermat menghitung pengeboran, merencanakan hal-hal terduga dan tak terduga, menyiapkan logistik, dan bersiap menghadapi nasib buruk, penyakit, dan segala macam kekurangnyamanan lingkungan kerja,” ungkap Poley.

Keberhasilan eksplorasi tiga sumber minyak di Kutai dan Balikpapan memicu eksplorasi minyak di wilayah Kalimantan Timur lainnya.

Wilayah ini menjadi terkenal di negeri jauh. Perusahaan minyak dunia seperti Standard Oil dari Amerika Serikat, Royal Dutch dari Belanda, dan The Shell saling sikut untuk memperoleh izin konsesi di wilayah ini.

“Bisnis perminyakan selalu merupakan dunia yang keras, dan pantai timur Kalimantan tidak terkecuali dengan hal ini. Kekerasan dan perlakuan buruk terjadi dalam aktivitas pengeboran yang rutin di kilang minyak,” catat Lindblad.

75628014837663370141
Kapal tanker Shell bertuliskan J.M. Menten pada 1920-an. (helderline.com)

Karena itu, Royal Dutch dan The Shell merjer menjadi satu perusahaan bernama Shell pada 1907 untuk menghadapi persaingan dengan perusahaan minyak dari negara lain.

Minyak kemudian mengubah banyak hal di Kutai dan Kalimantan Timur. Dari komposisi penduduk, mata pencaharian, teknologi, sampai cara pandang orang terhadap diri dan alam sekitarnya.

Ketika perubahan dan kompetisi akibat minyak itu berlangsung, Menten telah kembali ke Belanda. Dia menikmati pensiun dan gulden hasil konsesinya.

“Sebagai pemegang konsesi, ia tidak perlu melakukan apa-apa,” tulis Ita Syamtasiyah. Hingga napasnya berakhir pada 9 Januari 1920. Shell mengabadikan nama Menten pada kapal pengangkut minyaknya. [BERBAGAI SUMBER]

Tags: HeadlineKalimantan TimurKutai KartanegaraMinyak
Previous Post

Asyik Berenang, Pelajar Tewas Terseret Arus Sungai Mahakam

Next Post

Imam Achmad Ditunjuk jadi Ketua Caretaker DPD KNPI Bontang

BACA JUGA

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

Penggerebekan di Kembang Janggut, Polres Kukar Temukan Tas Berisi 8,05 Gram Sabu

3 April 2026 | 20:30
IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daraan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak Libur Lebaran, 62.500 Pengunjung Padati IKN dalam Sehari

IKN Mencaplok 252 Ribu Hektare Daratan, Revisi RTRW Kaltim Mendesak

3 April 2026 | 20:18
Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

Kukar Siap Gelar MTQH ke-46 Kaltim November 2026, 13 Lokasi Strategis Disiapkan

3 April 2026 | 09:57
Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

Kutim Siap Dukung Porprov Kaltim VIII, Berpeluang jadi Tuan Rumah Cabor Tambahan

2 April 2026 | 22:24
Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

Polres Kutim Gandeng STIPER Kembangkan Pertanian Modern di Lahan Eks Tambang KPC

2 April 2026 | 17:08
Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

1 April 2026 | 20:24
Next Post

Imam Achmad Ditunjuk jadi Ketua Caretaker DPD KNPI Bontang

Comments 1

  1. Ping-balik: Musim Jukut Biawan - pranala.co

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026 Jadwal Kapal Pelni Juli 2025 dari Balikpapan dan Bontang, Cek Lengkapnya di Sini Jadwal Kapal Pelni Balikpapan Juli 2025 Resmi Rilis, Cek Tanggal dan Rute Lengkapnya di Sini

Jadwal Keberangkatan Kapal PELNI di Pelabuhan Semayang Balikpapan Periode 1-11 April 2026

29 Maret 2026 | 21:14
Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya Jalur Laut Masih Rawan, Polres Bontang Perketat Pengawasan Narkoba di Pelabuhan

Jadwal Kapal PELNI dari Bontang April 2026 Resmi Dirilis, Ini Rute dan Jam Keberangkatannya

29 Maret 2026 | 20:24

Terbaru

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

Remaja 19 Tahun Ditangkap, Tiga Kali Jambret di Samarinda

4 April 2026 | 00:10
Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

Diduga Serangan Jantung, Kuli Bangunan di Samarinda Ditemukan Tak Bernyawa

3 April 2026 | 23:52
Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

Halal Bihalal Polres Bontang, Ustaz Das’ad Latif Soroti Nilai Ibadah dari Tugas Polisi

3 April 2026 | 22:22
Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya Distribusi Air dari WTP KS Tubun Mati Total Akhir Pekan Ini

Tagihan Air Membengkak? PDAM Bontang Jelaskan Penyebab dan Solusinya

3 April 2026 | 21:21

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved