• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Jumat, Februari 13, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kaltim

Menelusuri Awal Mula Tambang Batubara di Kaltim

Suriadi Said by Suriadi Said
12 Mei 2020 | 04:16
Reading Time: 5 mins read
0
Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

KUTAI Kartanegara dan Penajam Paser Utara akan menjadi ibukota baru Indonesia. Dua wilayah ini terletak di Kalimantan Timur, provinsi kaya sumber daya alam. Tambang batubara terbesar di Indonesia berada di provinsi itu, di wilayah bernama Sangatta, Kabupaten Kutai Timur.

Penelusuran batubara di Kalimantan Timur bermula di wilayah Samarinda pada 1845. Penemunya pedagang-pedagang dari Inggris di bawah perusahaan milik George Peacock (G.P.) King.

PILIHAN REDAKSI

Reklamasi Tambang di Kaltim Diambil Alih Pusat, Daerah Tak Bisa Intervensi

Reklamasi Tambang di Kaltim Diambil Alih Pusat, Daerah Tak Bisa Intervensi

28 Januari 2026 | 16:43
Tambang di Kutim Ini Dipuji Gubernur Kaltim karena Peduli Hutan dan Warga Sekitar

Tambang di Kutim Ini Dipuji Gubernur Kaltim karena Peduli Hutan dan Warga Sekitar

15 Juli 2025 | 06:54

“Mereka di Samarinda bukan saja berdagang tetapi juga mengadakan penyelidikan tentang keadaan tanah di sekitar Sungai Mahakam, sehingga mereka menemukan tempat-tempat yang mengandung lapisan batubara di sana,” kata Ita Syamtasiyah Ahyat, pengajar Program Studi Sejarah Universitas Indonesia.

Ita menerangkan bahwa saat itu Samarinda berada di bawah kuasa pemerintah kolonial. Sebelum 1845, Samarinda menginduk kepada Kesultanan Kutai. Tapi setelah serangkaian perjanjian dari 1825—1845, Sultan Kutai mengakui pemerintah kolonial sebagai pemilik sah pesisir Kalimantan Timur, termasuk Samarinda, gerbang masuk menuju wilayah Kutai.

Pengakuan atas perjanjian tersebut menempatkan pemerintah kolonial sebagai pemegang izin perdagangan dan penelusuran batubara. Penemu batubara tidak lantas bisa memperdagangkan hasil temuannya. Mereka harus melaporkan temuannya ke Gubernur Jenderal di Batavia.

Kegunaan Batubara

Batubara penting untuk menggerakkan kendaraan transportasi dan pabrik bermesin uap. Penggunaan mesin uap mulai lazim di Eropa sejak pertengahan abad ke-18, masa yang dikenal sebagai Revolusi Industri.

Negeri Belanda dan koloninya tidak luput dari penggunaan kendaraan transportasi dan pabrik bermesin uap. Kebutuhan batubara meningkat drastis di dua wilayah ini. Maka batubara menjadi komoditas berharga sepanjang abad ke-19 bagi pemerintah kolonial.

Batubara mempunyai beberapa tingkatan kualitas: yang terburuk sampai yang terbaik. Temuan G.P. King termasuk berkualitas buruk. Batubara itu tak laku diperdagangkan dan kurang bisa diandalkan untuk menggerakkan mesin uap.

Penelusuran berlanjut ke Palaran, tak jauh dari tempat pertama. Di sini orang-orang G.P. King menemukan batubara berkualitas baik. G.P. King lekas mengajukan izin penggalian lanjutan dan perdagangan batubara. Tetapi permintaannya terhempas oleh Besluit (Keputusan) pemerintah kolonial No. 45, 24 Oktober 1850.

“Besluit berisi tentang larangan memberikan izin penggalian tanah yang mengandung bahan tambang berharga kepada pihak selain orang Belanda,” catat Ita Syamtasiyah Ahyat dalam Kesultanan Kutai 1825—1910: Perubahan Politik dan Ekonomi Akibat Penetrasi Kekuasaan Belanda. Besluit bertujuan menjamin semua potensi alam jatuh seutuhnya ke penguasaan orang-orang Belanda.

Upaya rintisan G.P. King diambil-alih oleh Pemerintah Kolonial. Pada November 1860, Pemerintah kolonial menemukan lapisan batubara berkualitas baik di sepanjang Sungai Mahakam, dekat bukit Palaran. Mereka menggali dan memperoleh 800 ton batubara pada 1861. “Semua hasil ini dipakai untuk kapal uap Belanda,” lanjut Ita.

Kemudian pemerintah kolonial mengundang seorang insinyur pertambangan asal Belanda bernama Jacobus Herbertus Menten pada 1862. Dia bertugas menggali lebih banyak batubara di Palaran.

Buruh Batubara

Penggalian batubara ditopang oleh kerja para buruh Tionghoa dari Tumasik (Singapura) dan Penang (Malaysia). Selain buruh dari Tiongkok, ada pula kuli-kuli asal Jawa, Madura, Bugis, dan orang tempatan (Dayak). Hasilnya cukup berarti bagi pertambahan batubara. Dari 800 ton pada 1861 menjadi 1.292 ton pada 1862.

Tidak semua buruh terlibat langsung dalam penggalian batubara. Orang Dayak, misalnya, bekerja mengangkut batubara ke suatu tempat. Mereka juga hanya bekerja dalam jangka pendek, sekira dua atau tiga minggu.

Kebanyakan kuli batubara bekerja dalam ikatan kontrak. Biasanya tidak lebih dari satu tahun. Tapi tak semua menyelesaikan kontraknya. “Kebanyakan dari mereka memutuskan kontrak kerja dengan pemerintah Hindia Belanda,” catat Nieuwe Amsterdamsche Courant, 14 April 1862. Penyebabnya berkutat pada upah dan lingkungan kerja.

Buruh pertambangan batubara harus memiliki kekuatan fisik dan daya tahan luar biasa. Mereka bekerja di tengah hutan, menggali siang-malam, dan berhadapan dengan sikap kasar pengelola pertambangan.

Kerasnya lingkungan kerja mempercepat titik didih darah para buruh. Masalah kecil bisa lekas membesar. Kejengkelan meluap. Perkelahian antar buruh pun kerap terjadi. Korban luka dan putus nyawa sudah kaprah.

Pemerintah kolonial cukup kerepotan dengan kasus buruh kabur. Mereka mencegahnya dengan memperketat penjagaan dan membuat aturan baru. Cara lainnya dengan menyediakan hiburan, pasar, dan arena judi.

Cara-cara tersebut berhasil mengikat buruh dengan pertambangan. Sebab upah buruh habis di arena judi dan hiburan. Lalu buruh berutang kepada pengelola tambang melalui mandor.

Utang para buruh bisa saja membengkak. Jika mereka berniat kabur, penjagaan jauh lebih ketat daripada sebelumnya. Tidak ada celah lagi untuk kabur. Akhirnya, mereka membayar utangnya dengan bekerja di tambang lebih lama sampai utangnya lunas.

Dengan lingkungan kerja demikian, produksi batubara meningkat selama dua tahun: 1862 (1.129 ton) dan 1863 (1.490 ton). Tahun berikutnya produksi menurun lantaran tanah galian kurang dalam. Produksi meningkat kembali pada 1865 (4.025) setelah buruh menggali lebih dalam.

Produksi Menurun

Tetapi tahun berikutnya, penggalian batubara di Palaran mengecewakan pemerintah kolonial. Jumlah batubara berkualitas baik di Palaran ternyata hanya sedikit.

Kekecewaan pemerintah kolonial bertambah setelah seorang kuli bertindak ceroboh. Dia merokok di area tambang batubara. Apinya menyambar gas metana, lalu membakar tambang pada 1866. Kegiatan penambangan berhenti beberapa bulan. Produksi batubara tahun ini menurun tajam ke angka 1.404 ton.

Masuk tahun baru 1867, penggalian batubara berlanjut lagi. Para buruh menggali hingga kedalaman 34 meter. Tapi kerja keras ini belum cukup meningkatkan produksi batubara. Angka produksinya berada di 304 ton.

Dua tahun berturut-turut, produksi batubara kembali naik. Berkisar di angka 700-an ton. Kemudian turun ke angka 500 ton (1870) dan mencapai titik terendahnya pada 1871 (105 ton).

Rentetan kejadian tadi menguras kas pemerintah kolonial. Sedangkan penggalian batubara telah makan banyak biaya. Untuk menutup kerugiannya, pemerintah kolonial berupaya menarik dana dari pihak swasta berdasarkan Mijn Reglement (Peraturan Pertambangan) 1850. Tapi hasilnya nihil.

“Pemerintah menolak untuk menginvestasikan banyak dana, selain gagal pula untuk menarik pemodal swasta untuk mengambil alih. Palaran diberikan kepada penasihat sultan Arab (Kutai, red.) di tahun 1872,” catat Thomas J. Lindblad dalam Antara Dayak dan Belanda: Sejarah Ekonomi Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan 1880—1942.

Penambangan batubara di Palaran meninggalkan lubang besar bekas galian. Para buruh penasihat Sultan Kutai bekerja di lubang-lubang besar bekas galian tersebut dengan teknologi lebih primitif daripada kepunyaan pemerintah kolonial. Mereka menggali selama bertahun-tahun. Tapi gagal menemukan batubara berkualitas baik.

Ketika para buruh menggali tanpa hasil, pemerintah kolonial telah menemukan potensi batubara berkualitas baik di pinggiran Sungai Mahakam antara Samarinda dan Tenggarong. Di sinilah kelak berdiri perusahaan batubara swasta pertama di Kalimantan Timur, Oost-Borneo Maatschappij (OBM) pada 1888. (*)






Sumber: Artikel Historia berjudul: Awal Mula Tambang Batubara

Tags: Asal usulKalimantan TimurTAMBANG
Previous Post

Kemenkeu Terbitkan Beleid, Pemda Bisa Dapat Hibah Khusus Tangani Corona

Next Post

Pemda Was-Was, Penumpang Diminta Datang Lebih Awal

BACA JUGA

Belasan Kilometer setiap Pagi, Potret Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

Belasan Kilometer setiap Pagi, Potret Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

12 Februari 2026 | 22:29
Pasar Tumpah di Kutim Belum Tertangani Maksimal, Terkendala Anggaran dan Fasilitas

Pasar Tumpah di Kutim Belum Tertangani Maksimal, Terkendala Anggaran dan Fasilitas

12 Februari 2026 | 22:19
PPPK Angkatan 2021 Kutim Dievaluasi, Hanya Berkinerja Baik Diperpanjang

PPPK Angkatan 2021 Kutim Dievaluasi, Hanya Berkinerja Baik Diperpanjang

12 Februari 2026 | 08:04
Jalan Tanah dan Krisis Air Bersih, Warga Kongbeng Kutim Masih Menunggu Sentuhan Pembangunan

Jalan Tanah dan Krisis Air Bersih, Warga Kongbeng Kutim Masih Menunggu Sentuhan Pembangunan

12 Februari 2026 | 07:53
Aturan Baru Bus Perusahaan di Kutim, Tak Boleh Naik Turun Penumpang Sembarangan

Aturan Baru Bus Perusahaan di Kutim, Tak Boleh Naik Turun Penumpang Sembarangan

11 Februari 2026 | 18:39
Akses Jalan dan Wisata jadi Prioritas Musrenbang Kecamatan Kombeng Kutim

Akses Jalan dan Wisata jadi Prioritas Musrenbang Kecamatan Kombeng Kutim

11 Februari 2026 | 08:16
Next Post
Tiga Maskapai Ajukan Extra Flight Jelang HUT RI di IKN Nusantara, Kaltim Tiket Pesawat ke Balikpapan Mahal, Menparekraf Buka Suara Karantina Pertanian Balikpapan Sita Beras 996 Gram dari India Jumlah Penumpang di Bandara Sepinggan Naik 36 Persen selama Libur Natal dan Tahun Baru 2023

Pemda Was-Was, Penumpang Diminta Datang Lebih Awal

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

Duh! ASN Bontang Nongkrong di Kafe saat Jam Kerja

10 Februari 2026 | 20:19
Bontang Lestari Transformasi jadi Pusat Pertumbuhan Baru, 262 Unit Rumah Subsidi Dibangun

Bontang Lestari Transformasi jadi Pusat Pertumbuhan Baru, 262 Unit Rumah Subsidi Dibangun

7 Februari 2026 | 23:24
Pembangunan Gudang Bulog Rp24 Miliar di Bontang Tertunda, Proses Balik Nama Lahan Belum Tuntas

Pembangunan Gudang Bulog Rp24 Miliar di Bontang Tertunda, Proses Balik Nama Lahan Belum Tuntas

12 Februari 2026 | 07:48
Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya

4 Februari 2026 | 23:21
30 Contoh Kata-Kata Pamit dari Grup Kerja yang Sopan dan Profesional

30 Contoh Kata-Kata Pamit dari Grup Kerja yang Sopan dan Profesional

31 Mei 2025 | 08:50

Terbaru

Belasan Kilometer setiap Pagi, Potret Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

Belasan Kilometer setiap Pagi, Potret Akses Pendidikan di Sangkima Kutim

12 Februari 2026 | 22:29
Pasar Tumpah di Kutim Belum Tertangani Maksimal, Terkendala Anggaran dan Fasilitas

Pasar Tumpah di Kutim Belum Tertangani Maksimal, Terkendala Anggaran dan Fasilitas

12 Februari 2026 | 22:19
Jelang Ramadan, Satpol PP Bontang Intensifkan Pengamanan di Titik Keramaian

Jelang Ramadan, Satpol PP Bontang Intensifkan Pengamanan di Titik Keramaian

12 Februari 2026 | 22:12
Dominasi Perairan Hambat Ekspansi, Bontang Minta Perluasan Wilayah Darat Belum Kantongi Izin Ruang Laut, 11 Home Stay di Atas Laut Bontang Kuala Terancam Penertiban

Dominasi Perairan Hambat Ekspansi, Bontang Minta Perluasan Wilayah Darat

12 Februari 2026 | 22:03

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved

content-ciaa-1701

yakinjp


sabung ayam online

yakinjp

yakinjp

rtp yakinjp

yakinjp

judi bola online

slot thailand

yakinjp

yakinjp

yakin jp

ayowin

yakinjp id

mahjong ways

judi bola online

mahjong ways 2

JUDI BOLA ONLINE

maujp

maujp

sabung ayam online

sabung ayam online

mahjong ways slot

sbobet88

live casino online

sv388

taruhan bola online

maujp

maujp

maujp

maujp

sabung ayam online

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

mahjong

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

mahjong wins 3

138000271

138000272

138000273

138000274

138000275

138000276

138000277

138000278

138000279

138000280

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

mahjong ways 2

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

gacor maxwin

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

scatter hitam

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

rtp live

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

pg soft

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

mahjong ways

content-ciaa-1701