Pranala.co, BERAU – Tiga nelayan asal Tanjung Redeb, Kabupaten Berau, dilaporkan hilang kontak setelah melaut di perairan utara luar Pulau Derawan. Hingga lebih dari dua pekan sejak keberangkatan mereka, ketiganya belum kembali dan tidak dapat dihubungi.
Laporan mengenai hilangnya para nelayan tersebut diterima Polsek Tanjung Redeb pada Jumat malam (6/3/2026) sekira pukul 20.00 Wita. Informasi awal disampaikan oleh seorang warga bernama Salma, yang merasa khawatir karena ketiganya tak kunjung memberi kabar setelah berangkat melaut.
Kapolsek Tanjung Redeb AKP Amin Maulani membenarkan laporan tersebut. Menurutnya, pihak kepolisian segera melakukan koordinasi dengan sejumlah instansi terkait untuk menindaklanjuti laporan warga.
“Benar, pada Jumat malam kami menerima laporan terkait tiga warga yang hilang kontak saat melaut di perairan luar Pulau Derawan,” ujarnya.
Ketiga nelayan yang dilaporkan hilang masing-masing Rapiuddin alias Gondrong (30), Sukri (22), dan Saparuddin (38). Mereka diketahui merupakan warga Jalan Pangeran Diguna RT 17, Tanjung Redeb.
Berdasarkan keterangan yang diterima kepolisian, ketiganya berangkat melaut dari Pelabuhan Kasai pada Selasa (17/2/2026) sekitar pukul 16.00 Wita menggunakan sebuah kapal motor nelayan tanpa nama.
Kapal tersebut memiliki ciri-ciri berwarna biru putih dengan tenda di bagian belakang dan diperkirakan memiliki tonase sekitar 16 ton.
Menurut informasi awal, para nelayan itu berangkat menuju rompon atau alat bantu penangkapan ikan yang berada sekitar 13 mil di arah utara luar Pulau Derawan.
Sejak keberangkatan itu, mereka belum kembali ke darat maupun memberikan kabar kepada keluarga.
AKP Amin Maulani menyebutkan pihak kepolisian telah berkoordinasi dengan sejumlah instansi, termasuk Basarnas, untuk melakukan langkah-langkah pencarian serta pemantauan di wilayah perairan yang diduga menjadi lokasi terakhir mereka melaut.
“Kami telah menerima laporan tersebut dan langsung berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan langkah-langkah pencarian serta pemantauan di wilayah perairan,” pungkasnya.
Hingga kini, upaya pencarian masih terus dilakukan sembari menunggu perkembangan informasi dari tim di lapangan maupun dari para nelayan lain yang beraktivitas di perairan sekitar Kepulauan Derawan. (RE/DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















