Pranala.co, BALIKPAPAN – Mahakam Investment Forum (MIF) 2025 kembali mencatat sejarah baru dalam peta investasi Kalimantan Timur. Forum bergengsi ini berhasil menarik 77 calon investor dari dalam dan luar negeri, serta menghasilkan delapan Letter of Intent (LoI) sebagai bukti nyata keseriusan mereka menanamkan modal di Bumi Etam.
Acara yang digelar di Balikpapan dan Ibu Kota Nusantara (IKN) pekan lalu itu dihadiri oleh investor global, perwakilan kedutaan besar, dan lembaga keuangan internasional. Semua berkumpul untuk satu tujuan: melihat langsung peluang besar yang ditawarkan Kalimantan Timur — dari sektor energi, industri pengolahan, hingga pengelolaan limbah modern.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kaltim, Budi Widihartanto, menyebut MIF 2025 sebagai langkah nyata sinergi antara Pemprov Kaltim, Otorita IKN, dan Bank Indonesia. Kolaborasi ini, kata dia, bukan sekadar ajang promosi, tapi pertemuan strategis antara pemilik proyek dan calon investor potensial.
“MIF adalah wujud nyata kerja sama lintas lembaga untuk memperkuat promosi investasi daerah dan menjaga pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” ujar Budi, Rabu (15/10/2025).
Dari 85 sesi pertemuan bilateral yang digelar selama forum, tercatat delapan kesepakatan awal atau LoI yang siap ditindaklanjuti. Antusiasme investor, kata Budi, tumbuh seiring kuatnya kinerja ekonomi Kaltim.
Ekonomi Kaltim Terus Tumbuh
Pada kuartal II/2025, ekonomi Kalimantan Timur tumbuh 4,69% (yoy), naik dari 4,08% pada periode sebelumnya. Sektor industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan dengan lonjakan 15,12% (yoy), terutama melalui aktivitas di kawasan industri dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK).
Sementara itu, struktur ekonomi Kaltim saat ini didominasi oleh pertambangan (34,11%), industri pengolahan (20,33%), konstruksi (11,48%), pertanian (9,65%), dan perdagangan (7,54%).
“Investasi menjadi kunci menjaga momentum ekonomi, membuka lapangan kerja, dan mempercepat hilirisasi industri di Kaltim,” tambah Budi.
IKN Jadi Magnet Investasi
Kehadiran IKN Nusantara juga memberi dorongan besar. Penetapan Nusantara sebagai ibu kota politik Indonesia pada 2028, sesuai Perpres Nomor 79 Tahun 2025, disebut memperkuat daya tarik investasi strategis di berbagai sektor.
Kepala OIKN, Basuki Hadimuljono, memberikan apresiasi kepada Pemprov Kaltim yang terus aktif mempromosikan proyek-proyek strategis.
“IKN membuka ruang investasi yang luas, mulai dari infrastruktur, energi bersih, hingga pengembangan kawasan industri terpadu,” ujar Basuki.
Proyek Paling Diminati
Dari delapan Investment Project Ready to Offer (IPRO) yang dipresentasikan, Balikpapan Waste Management Project menjadi primadona. Proyek pengelolaan limbah berbasis teknologi insinerator ini menarik minat besar, dengan 15 sesi pertemuan one-on-one dan dikunjungi langsung oleh 42 calon investor dalam agenda site visit.
Proyek unggulan lain yang mendapat sorotan adalah Oleochemical dan Oleofood Project di KEK Maloy Batuta Trans Kalimantan, yang berpotensi menjadi pusat industri turunan sawit terbesar di kawasan timur Indonesia.
Momentum MIF 2025 juga dimanfaatkan untuk meluncurkan TRUSTER (Trade, Tourism, Industry, and Investment Center) — sebuah platform digital yang dirancang sebagai jembatan informasi antara pemerintah daerah dan komunitas investor global.
Selain itu, panitia juga mengumumkan lima pemenang Program Inkubasi Kawasan Terpadu (PIKAT) 2025, yang akan mendapatkan pendampingan intensif dalam penyusunan dokumen investasi IPRO.
Budi menegaskan, forum seperti MIF bukan sekadar seremoni, tapi katalis nyata bagi transformasi ekonomi Kaltim menuju masa depan yang berdaya saing, inklusif, dan berkelanjutan.
“Kaltim kini bukan hanya lumbung energi, tapi pusat investasi masa depan Indonesia,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















