PANGKEP, Pranala.co – Perayaan Idulfitri umumnya identik dengan kebersamaan bersama keluarga. Namun, hal berbeda dialami Muhammad Ramli. Pada Lebaran 2026, ia justru merayakan hari kemenangan di tengah laut, di atas kapal, demi menjalankan tugas sebagai wakil rakyat.
Perjalanan tersebut dilakukan dalam rangka agenda reses dan temu konstituen yang sebelumnya tertunda akibat cuaca buruk. Ramli bersama rombongan harus menempuh perjalanan panjang menuju pulau-pulau di wilayah Kabupaten Pangkep.
Politisi Demokrat itu bertolak dari Pelabuhan Paotere dan telah mengarungi laut selama kurang lebih 14 jam saat Hari Raya Idulfitri tiba. Kondisi tersebut membuatnya tidak dapat merayakan Lebaran bersama keluarga seperti kebanyakan masyarakat.
“Lebaran tahun ini berbeda. Kami masih dalam perjalanan menuju lokasi reses yang tertunda karena cuaca. Perjalanan ke pulau tujuan memakan waktu puluhan jam, sehingga kami harus merayakan Idulfitri di atas kapal,” ujarnya.
Meski berada di tengah laut, pelaksanaan Salat Idulfitri tetap berlangsung dengan khidmat. Para penumpang kapal saling berkoordinasi untuk menyelenggarakan ibadah, mulai dari penunjukan imam hingga penyampaian khotbah.
“Alhamdulillah, meskipun di tengah laut, salat Id tetap bisa dilaksanakan dengan baik. Ada penumpang yang menjadi imam dan khatib,” kata Ramli.
Menurutnya, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa pengabdian kepada masyarakat tetap harus dijalankan dalam kondisi apa pun. Ia menilai, momentum Idulfitri justru memperkuat semangat untuk tetap menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab.
Ramli juga menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idulfitri kepada seluruh masyarakat, seraya berharap momen Lebaran dapat menjadi sarana introspeksi dan peningkatan semangat dalam bekerja.
“Semoga Idulfitri tahun ini mengajarkan kita untuk tetap semangat dalam menunaikan tugas. Saya juga mengucapkan selamat Hari Raya Idulfitri kepada kita semua,” tutupnya. (IR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















