pranala.co – Kondisi turap sungai Jalan Tomat 2 perbatasan antara RT 12 dan 13 di Gunung Elai, Kota Bontang, Kalimantan Timur perlu mendapatkan perhatian. Pasalnya setelah roboh awal Juli lalu, hingga kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.
Hal ini mengkhawatirkan, karena dua sampai lima rumah berada kurang 5 meter dari tepi sungai. Selama ini, turap itu yang menahan tanah agar tidak longsor. Jika dibiarkan aliran sungai yang terus mengikis bantaran sungai. Otomatis tanah akan perlahan bergerak ke arah sungai dan mengancam bangunan yang ada diatasnya.
Sebenarnya kondisi ini sudah di proyeksi akan terjadi. Bahkan pihak kelurahan sudah sejak 2019 mengajukan anggaran perbaikan di Musrenbang. Di tahun 2020 sampai 2021 pun juga telah di ajukan. Pasalnya di tahun itu, kondisi turap sudah miring, dan terlihat akan roboh.
Sayangnya, perbaikan tak kunjung masuk dalam prioritas perbaikan. Lurah Gunung Elai, Kasful Anwar menjelaskan yang masuk dalam prioritas adalah perbaikan turap yang lain di Jalan Brokoli 4.
“Hingga akhirnya roboh di awal Juli lalu,” ungkapnya kepada saat dihubungi awak media, Senin (23/8).
Ia pun juga mengaku , selain mengusulkan dalam rembuk musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), ia juga selalu langsung berkoordinasi dengan pihak Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), terkait laporan-laporan yang diterima dari pihak RT.
Namun, hingga tembok turap itu roboh di Juli kemarin, belum ada tindak lanjut terkait laporan itu. Pun ada hanya sebatas inspeksi pihak pemerintah maupun dari pihak DPRD. Padahal akibat dari turap roboh itu luapan air sungai, saat debit meninggi ikut mengikis tanah di bantaran sungai dan mengancam 3 sampai 4 rumah di sekitarnya.
Menanggapi hal itu PUPR melalui Kepala Bidang (Kabid) Sanitasi, Air Minum dan Sumber Daya Air, Karel mengatakan telah mengusulkan anggaran perbaikan. Pengajuannya dimasukkan dalam penanganan darurat ke Tim Anggaran Pembelanjaan Daerah (TAPD). Untuk pengerjaannya, Karel menyebut akan bekerja sama dengan pihak TNI dalam program Karya Bakti.
“Kami minta ke Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD), Rp 1 miliar untuk penanganan darurat ini,” katanya. (*)














Comments 1