KUTAI Kartanegara (Kukar) ditunjuk sebagai pilot project untuk program kemitraan antara pelaku usaha besar dan UMKM oleh Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kaltim.
Kepala DPMPTSP Kaltim, Puguh Harjanto juga telah melakukan pertemuan dengan DPMPTSP Kukar. Rapat koordinasi dengan pihak Kukar ini karena Kukar terpilih sebagai lokasi pilot project perdana di Kaltim untuk realisasi implementasi kemitraan.
Puguh mengatakan, pihaknya punya beberapa alasan mengapa memfokuskan program kemitraan antara pelaku usaha besar dengan UMKM ini. Salah satunya untuk mencapai peningkatan ekonomi daerah dan mendukung pergerakan UMKM dan koperasi.
“Kutai Kartanegara dipilih karena DPMPTSP Kukar telah berhasil melaksanakan program serupa pada 2020,” ujar Puguh.
Untuk tahap awal implementasi kemitraan itu, DPMPTSP Kaltim telah memetakan data UMKM dan koperasi di Kukar. Puguh berharap, dengan adanya program ini maka bisa berpengaruh ke roda perekonomian masyarakat.
Kemitraan tersebut, kata Puguh, bisa menjadi langkah strategis sebab pihaknya melihat UMKM dan koperasi sama-sama punya potensi besar untuk peningkatan ekonomi daerah. Termasuk memberi peluang ke masyarakat lokal untuk makin aktif berwirausaha.
“Dengan pemetaan data yang dilakukan. Harapannya dapat mendorong kolaborasi yang lebih efektif antara usaha besar, UMKM, dan koperasi di Kukar,” tambahnya.
Di lain sisi, DPMPTSP Kaltim berharap Kukar bisa ikut menyukseskan pilot project ini. Selain itu, program ini akan jadi momentum penting untuk mendorong kerja sama yang lebih kuat antara UMKM, koperasi, dan pihak swasta untuk ekonomi daerah yang lebih maju.
Dia berharap, Kukar bisa menjadi contoh pengembangan model kemitraan yang juga bisa diterapkan daerah lain.
“Kami berkomitmen untuk mendukung perkembangan UMKM dan koperasi di seluruh Kaltim. Ini demi mencapai pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan,” tutupnya. (ADS/DPMPTSP KALTIM)



















