Pranala.co, SAMARINDA — Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Kalimantan Timur (Kemenhaj Kaltim) mengimbau seluruh calon jemaah untuk menunda sementara keberangkatan ibadah umrah menyusul meningkatnya ketegangan antara Iran dan Israel.
Pelaksana Tugas Kepala Kanwil Kemenhaj Kaltim, Mohlis Hasan, menyatakan imbauan tersebut dikeluarkan demi keselamatan jemaah di tengah situasi kawasan Timur Tengah yang belum stabil.
“Kami sangat menyarankan masyarakat menahan diri dari perjalanan umrah saat ini demi keselamatan, mengingat beberapa negara di Timur Tengah telah menutup wilayah udaranya akibat konflik tersebut,” ujar Mohlis, Selasa (3/3/2026).
Menurut Mohlis, maskapai penerbangan internasional kini menghadapi ketidakpastian terkait jalur udara yang benar-benar aman menuju kawasan Timur Tengah. Kondisi ini berdampak pada jadwal dan rute penerbangan, termasuk perjalanan menuju Arab Saudi.
Ia menegaskan, meskipun otoritas penerbangan sipil Arab Saudi belum secara resmi menutup wilayah udara, aspek keselamatan warga negara Indonesia tetap menjadi prioritas utama.
“Seluruh calon jamaah umrah di Kaltim kami minta terus memantau informasi keamanan terbaru serta mematuhi arahan operasional dari maskapai,” katanya.
Data Jemaah Belum Terpetakan
Kemenhaj Kaltim mengakui hingga kini belum memiliki data valid terkait jumlah warga Kaltim yang sedang berada di Arab Saudi maupun yang bersiap berangkat. Hal ini disebabkan banyak calon jemaah mendaftar melalui biro perjalanan di luar provinsi, sehingga tidak seluruhnya terpantau oleh kantor wilayah.
Untuk sementara, pihaknya baru menyampaikan arahan secara lisan kepada biro perjalanan dan pihak terkait agar mengutamakan faktor keamanan. Kanwil masih menunggu surat edaran resmi dari pemerintah pusat sebagai pedoman lanjutan.
Mohlis menekankan bahwa dalam kaidah keagamaan, kemampuan (istitha’ah) melaksanakan ibadah haji maupun umrah tidak hanya diukur dari kesehatan jasmani dan kemampuan finansial, tetapi juga jaminan keselamatan selama perjalanan.
“Perjalanan spiritual yang tidak terjamin keamanannya dapat menggugurkan kewajiban. Syarat kelayakan beribadah ke Tanah Suci mencakup aspek keselamatan,” tegasnya.
Ia berharap masyarakat bersikap bijak dan tidak tergesa-gesa mengambil keputusan keberangkatan hingga situasi dinyatakan aman oleh otoritas terkait. (DIAS)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















