Pranala.co, BONTANG – Pemerintah Kota Bontang berkomitmen menjadikan sektor pendidikan sebagai pilar utama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) yang unggul dan berdaya saing.
Pesan itu disampaikan Staf Ahli Bidang Pembangunan Kemasyarakatan dan SDM (PKSDM), Lukman, yang mewakili Wali Kota Bontang dalam agenda Buka Puasa Bersama di Sekolah Kreatif Muhammadiyah Bontang, Selasa (3/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Lukman menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar bulan ibadah, tetapi juga momentum pembinaan karakter.
“Ramadan harus menjadi momentum untuk transformasi diri menjadi pribadi yang lebih disiplin, jujur, santun, dan berprestasi,” ujarnya.
Menurutnya, penguatan nilai spiritual harus berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas pendidikan formal. Keduanya menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga berintegritas.
Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Pemkot Bontang tengah memfinalisasi implementasi Kartu Bontang Pintar (KBP). Program ini dirancang sebagai kebijakan pro-rakyat untuk membantu peserta didik dari berbagai jenjang pendidikan.
Sasaran program meliputi anak usia PAUD dan TK hingga siswa SD dan SMP. Bantuan yang diberikan difokuskan untuk meringankan beban biaya penunjang pendidikan yang selama ini dirasakan orang tua.
Kebijakan ini juga diharapkan mampu meminimalkan potensi pungutan liar di lingkungan sekolah melalui mekanisme bantuan yang lebih terstruktur dan langsung menyentuh kebutuhan siswa.
Selain dukungan pembiayaan, pemerintah daerah turut memperkuat adaptasi teknologi dalam proses belajar mengajar. Ribuan unit tablet pintar akan didistribusikan kepada siswa SMP sebagai bagian dari transformasi pembelajaran berbasis digital.
Tak hanya itu, sejumlah program literasi juga digulirkan. Di antaranya Perpustakaan Keliling, Night Library, Wisata Literasi, serta Program Kejar 2025 yang berfokus pada penanaman literasi keuangan sejak dini.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Bontang dalam membangun ekosistem pendidikan yang inklusif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman.
“Kami berharap melalui integrasi program pendidikan dan penguatan nilai spiritual seperti ini, akan lahir generasi Bontang yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara sosial dan berintegritas,” tutup Lukman. (RE)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami















