SANGATTA, Pranala.co — Target Rp12 triliun itu besar. Terlalu besar, kata Pemkab Kutai Timur (Kutim). Tapi itulah angka yang diberikan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur alias Pemprov Kaltim untuk 2025, persis seperti tahun lalu.
Di atas kertas, Kutim memang seksi. Ada tambang, ada perkebunan, ada industri makanan, hingga KEK Maloy yang digadang-gadang jadi motor pertumbuhan ekonomi baru. Tapi di lapangan, tidak semudah itu.
“Kami hanya berani menargetkan di bawah Rp10 triliun,” kata Kepala DPMPTSP Kutai Timur, Darsafani, Senin (20/5/2025), di Sangatta.
Ia berbicara berdasar pengalaman. Tahun lalu saja, realisasi investasi Kutim baru mencapai Rp9,45 triliun. Itu pun sudah mencakup sektor pertambangan, pangan, peternakan, industri makanan, kimia, farmasi, sampai mineral nonlogam. Dengan capaian itu, baru 77,29 persen dari target provinsi yang terpenuhi.
Yang membuat kepala daerah sedikit deg-degan adalah KEK Maloy. Kawasan Ekonomi Khusus ini sebenarnya jadi andalan Kutim di mata Pemprov Kaltim. Bahkan disebut-sebut jadi magnet investasi dari negeri Tiongkok.
Tapi kenyataannya, belum ada satu pun Memorandum of Understanding (MoU) yang diteken antara investor dan pengelola kawasan, PT Maloy Batuta Trans Kalimantan (MBTK).
“Banyak yang baru penjajakan, belum masuk ke tahapan MoU,” ungkap Darsafani.
Inilah sebabnya, Pemkab Kutim mencoba realistis. Mereka pun telah mengirimkan permohonan agar target Rp12 triliun itu bisa ditinjau ulang Pemprov Kaltim.
“Kami sudah komunikasikan, dan berharap targetnya bisa diturunkan,” jelasnya.
Sebagai catatan, meski tak mencapai target dari provinsi, Kutai Timur tetap masuk jajaran daerah dengan capaian investasi tertinggi di Kaltim. Namun beban target yang terlalu tinggi, justru bisa berdampak pada penilaian kinerja OPD.
Darsafani berharap, dengan penyesuaian target yang lebih proporsional, Pemkab bisa lebih fokus menjaring investor yang betul-betul siap berkomitmen. Bukan sekadar datang, lalu menghilang tanpa kabar.
“Lebih baik realisasi pasti, daripada target tinggi tapi meleset jauh,” tutupnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami




















Comments 1