Pranala.co, BALIKPAPAN — Nama Muhammad Fadli Pathurrahman kini menjadi sorotan. Birokrat asal Sulawesi ini dipercaya Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas’ud, memimpin Dinas Perhubungan (Dishub) sejak Mei 2025.
Karier Fadli tidak pernah berjalan di jalur yang datar. Hampir setiap penugasan membawa tantangan baru. Dan baginya, justru di situlah letak keseruan.
“Kalau ditempatkan di posisi baru, saya merasa lebih tertantang. Itu artinya saya harus cepat belajar, adaptif, dan siap menghadapi kondisi organisasi,” ujarnya saat berbincang dengan Pranala.co.
Fadli lahir di Sulawesi Barat, besar di Makassar, lalu menempuh pendidikan tinggi di Bandung. Ia kembali ke Makassar sebelum akhirnya bertugas di kampung halamannya. Gelar magister diraihnya di Universitas Hasanuddin pada 2007.
Kariernya makin terbuka setelah lolos seleksi program Master of Trainer Kementerian Dalam Negeri. Ia bahkan sempat menjadi pemateri di Jayapura dan Bali.
Tak lama kemudian, ia dipercaya mengemban jabatan penting di Kalimantan Utara. Fadli terpilih sebagai Sekretaris Dinas PUPR Perkim, lalu menjabat Plt Kepala Dinas yang membawahi lima daerah: Tarakan, Nunukan, Bulungan, Malinau, dan Tana Tidung.
Selama lima setengah tahun, ia mengurus jalan provinsi hingga kabupaten. Ia juga pernah terlibat dalam pembangunan jalan perbatasan di Sebatik dan Krayan. Di sana, ia ikut menggagas Toko Indonesia, agar harga sembako sama dengan wilayah lain.
Pada 2018, ia turut mengawal proyek strategis nasional Kawasan Industri dan Pelabuhan Internasional (KIPI) Mangkupadi yang melibatkan 11 kementerian.
Tugas Baru di Balikpapan
Setelah tuntas bertugas di Kaltara, Fadli pindah ke Balikpapan. Ia dipercaya menempati beberapa posisi, mulai dari Dinas Pertanahan dan Penataan Ruang, Sekretaris DPMPTSP, hingga Camat Balikpapan Utara pada 2023.
Hingga akhirnya, Mei 2025, ia dilantik sebagai Kepala Dishub Balikpapan. “Alhamdulillah, tidak ada jabatan yang saya ulang,” katanya tersenyum.
Fadli tahu betul tantangan di sektor transportasi perkotaan. Apalagi Balikpapan adalah beranda Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Tagline kami sederhana, bagaimana menciptakan konektivitas dan trafik yang cerdas menuju smart city,” ucapnya.
Sejumlah program tengah ia dorong. Mulai pembangunan Terminal Angkutan Barang, penyusunan rencana induk trayek angkutan kota, hingga inovasi transportasi yang lebih modern dan berkelanjutan.
Sosok yang Sederhana
Meski pekerja keras, Fadli tetap menjaga kebugaran. Ia rutin jogging dan bermain basket setiap akhir pekan. Olahraga basket sudah digemarinya sejak SMP.
Dalam urusan makanan, ia mengaku sederhana. Yang penting ada sambal. “Kalau tidak ada sambal, minimal ada kecap dan cabai rawit,” ujarnya.
Ia juga punya kenangan masa kecil dengan masakan khas Makassar: ikan kering goreng diberi perasan jeruk. “Itu favorit saya sejak dulu,” kenangnya.
Fadli paham, tugas sebagai pejabat publik menuntut pengorbanan waktu pribadi. Saat menjadi camat, ia terbiasa bekerja hingga dini hari. Karena itu, ia selalu berpesan kepada keluarga untuk siap dengan kesibukannya.
“Saya bilang ke istri, siapkan dua hal. Gandakan kunci rumah dan jangan pernah tanya saya dari mana,” ucapnya sambil tersenyum.
Bagi Fadli, pengalaman lapangan lebih berharga dari sekadar teori. Prinsip itu yang membentuk dirinya hingga kini. Ia percaya, pengabdian kepada masyarakat adalah jalan hidup yang harus dijalani sepenuh hati. (SR)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami


















