
SAMARINDA, Pranala.co — Dari total 938 kilometer lebih jalan provinsi di Kalimantan Timur (Kaltim), ternyata 82 persennya sudah mulus. Siap dilalui siang dan malam. Sisanya, 17 persen lebih, masih berlubang, bergelombang, atau kekurangan drainase.
Angka itu terungkap dalam rapat Komisi III DPRD Kaltim bersama Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang dan Perumahan Rakyat (PUPR-PERA) Kaltim, Senin (19/5/2025), di Gedung E Kompleks DPRD Kaltim.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi, yang memimpin rapat, tak sekadar menerima data. Ia menyoroti langsung beberapa titik yang dianggap krusial.
“Memang sudah 82,21 persen dalam kondisi mantap. Tapi masih banyak ruas yang harus jadi prioritas,” ujarnya usai rapat.
Angka 82,21 persen itu mencakup 63 ruas jalan provinsi yang terbentang di 8 kabupaten/kota. Itu berarti sekira 770 kilometer lebih sudah nyaman dilalui. Tapi sisanya, sekira 168 kilometer, masih menyimpan tantangan. Terutama soal drainase.
Drainase. Kata yang sering dianggap sepele. Tapi justru jadi akar masalah utama kerusakan jalan. Air yang tak mengalir semestinya, menggerogoti aspal, membuat lubang, lalu mempercepat kerusakan.
“Contohnya jelas. Di Jalan HM Ardans atau Ring Road III di Sempaja, Samarinda Utara. Dan juga di Jalan Nusyirwan Ismail atau Ring Road II di Air Putih, Samarinda Ulu,” ungkap Reza.
Dua nama jalan itu cukup akrab di telinga warga Samarinda. Jalan yang dilewati ribuan kendaraan tiap hari. Tapi ketika hujan turun, air tergenang. Tidak mengalir. Dan jalan cepat rusak.
Reza, politisi dari Partai Gerindra itu, menegaskan satu hal: “Kondisi fisik jalan memang penting. Tapi kalau sistem drainasenya tidak dibenahi, maka kita akan terus-terusan memperbaiki jalan yang sama setiap tahun.”
Rapat itu juga membahas program perawatan jalan ke depan. Dinas PUPR-PERA Kaltim menyampaikan rencana prioritas, termasuk peningkatan infrastruktur yang mendukung ketahanan jalan jangka panjang. Tapi semua kembali pada anggaran dan keberanian eksekusi di lapangan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















Comments 1