Pranala.co, BONTANG – Harga ikan di pasar-pasar tradisional Bontang belakangan ini bikin siapa saja geleng kepala.
Naiknya bukan main. Bisa sampai dua kali lipat dalam sebulan terakhir.
Pedagang pusing. Pembeli mengeluh. Pasokan seret, harga terbang.
Wahyu, pedagang ikan di Pasar Taman Rawa Indah, cuma bisa menarik napas.
“Kembung dan layang sekarang Rp 45 ribu per kilo. Padahal biasanya Rp 40 ribu. Sempat tembus Rp 60 ribu,” keluhnya, Kamis (31/7).
Yang paling drastis: ikan tongkol. Dulu cuma Rp 20 ribu per kilo. Kini, melonjak ke Rp 35 ribu.
Pasokan, mayoritas datang dari luar Bontang. Samarinda dan Biduk-biduk.
“Kalau dari laut Bontang, paling bawis. Itu pun sedikit,” ujarnya.
Wahyu mengaku tak bisa menebak arah harga.
“Kalau sembako bisa diatur. Ikan? Hari ini murah, besok bisa melonjak. Tidak ada patokan,” katanya.
Akbar, pedagang di Tanjung Limau, mengangguk setuju.
Ia bilang, kondisi ini sudah terjadi sejak sebulan terakhir.
“Sempat turun. Tapi minggu lalu pas stok kosong, langsung naik lagi,” katanya.
Ikan kembung basah dan cumi jadi dua jenis yang paling terdampak.
“Kembung dari Rp 35 ribu jadi Rp 50 ribu. Cumi dari Rp 60 ribu naik ke Rp 70 ribu,” bebernya.
Bahkan bawis—yang biasa jadi pilihan paling ekonomis—ikut naik. Dulu Rp 30 ribu, kini Rp 40 ribu per kilo.
Tak berhenti di situ. Udang pun ikut ‘naik kelas’.
Di Pasar Lok Tuan, Abdurahman menyebut harga udang kecil kini Rp 40 ribu per kilo. Ukuran sedang Rp 60 ribu. Udang besar? Tembus Rp 100 ribu per kilo.
Yang jumbo lebih edan.
“Udang jumbo sekarang Rp 160 ribu per kilo. Itu pun langka. Kadang cuma dapat satu kilo, langsung diambil perusahaan,” katanya. (FR)

















