Pranala.co, SAMARINDA – Warga Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, didera kepanikan. Getaran kuat yang berasal dari Proyek Terowongan Samarinda membuat mereka khawatir akan keselamatan keluarga dan tempat tinggal.
Proyek ambisius yang sudah berjalan dua tahun itu kini menuai keluhan. Sejumlah rumah warga dilaporkan retak, bahkan tanah di sekitar bangunan mulai menggelembung.
Puncak kepanikan terjadi Rabu malam (15/10/2025) sekitar pukul 21.48 WITA. Saat itu, pihak proyek tengah melakukan pengujian pondasi. Namun, warga justru merasakan getaran yang begitu hebat hingga kaca rumah bergetar.
“Sudah seperti gempa, kami semua teriak minta perhatian. Tapi tim proyek santai saja, seolah tidak terjadi apa-apa,” kata Risma, warga RT 19 Sungai Dama, saat ditemui Kamis (16/10/2025).
Risma mengaku, selain suara dentuman keras, atap dapurnya retak dan beberapa keramik rumah ikut pecah. “Getaran seperti ini terasa hampir setiap hari. Kami takut rumah ambruk, takut juga kalau ada yang tertimpa reruntuhan,” ucapnya cemas.
Yang membuat warga makin kesal, tidak ada pemberitahuan sebelumnya soal uji pondasi tersebut. “Tiba-tiba saja ada bunyi keras dan getaran besar. Kami ke lokasi proyek minta mereka berhenti sebentar, tapi malah diabaikan,” ungkapnya.
Risma menyebut, para pekerja proyek hanya menampung keluhan tanpa tindakan nyata. “Sikap mereka terkesan menyepelekan. Bahkan sempat bercanda di tengah situasi yang menurut kami sangat berbahaya,” katanya.
Warga berharap pemerintah kota dan pihak terkait segera turun tangan. Mereka meminta ada evaluasi menyeluruh terhadap keamanan proyek terowongan yang dibangun di tengah permukiman padat itu.
“Jangan sampai ada korban dulu baru ditindak,” tutup Risma dengan nada geram. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















