• Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami
Rabu, April 1, 2026
  • Login
Pranala.co
Advertisement
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom
No Result
View All Result
Pranala.co
No Result
View All Result
Home Kolom

Freeport Jiipe

Oleh: Dahlan Iskan

Suriadi Said by Suriadi Said
18 Juli 2022 | 14:53
Reading Time: 4 mins read
0
Direktur Operasi JIIPE Naresh Anchalia menjelaskan proyek JIIPE kepada Dahlan Iskan.

Direktur Operasi JIIPE Naresh Anchalia menjelaskan proyek JIIPE kepada Dahlan Iskan. Foto: Disway

Bagikan di FacebookBagikan di Twitter

INILAH salah satu monumen besar Presiden Jokowi: proyek hilirisasi produk Freeport. Jadi kenyataan. Hampir.

Saya ke lokasi proyek itu pekan lalu. Saya ingin tahu apakah rencana besar itu benar-benar dilaksanakan.

PILIHAN REDAKSI

Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka: Libatkan Ahli Pidana hingga Ahli Bahasa

Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Polda Metro Jaya Tetapkan 8 Tersangka: Libatkan Ahli Pidana hingga Ahli Bahasa

8 November 2025 | 08:48
Jokowi Alami Alergi Kulit usai dari Vatikan, Ajudan: Beliau Sangat Sehat

Jokowi Alami Alergi Kulit usai dari Vatikan, Ajudan: Beliau Sangat Sehat

22 Juni 2025 | 20:55

Dari proyek ini akan dihasilkan 30 ton emas murni. Juga 600.000 ton tembaga. Dengan kemurnian 99,9 persen. Lalu perak, 200 ton. Masih banyak produk lain seperti platinum dan paladium. Hampir semua produk kimia tambang dihasilkan di situ. Kecuali lithium.

Lokasi proyek ini di Gresik, dekat Surabaya. Yakni di kawasan industri Jiipe: Java Integrated Industrial Port Estate. Di pinggir laut. Di bibir Selat Kamal.

Dari Jiipe ini bisa terlihat, dengan jelas, sisi barat Pulau Madura.

Proyek Jiipe ini seluas 3.000 hektare. Dulunya tambak tradisional. Ditambah hasil reklamasi seluas 400 hektare. Di tanah reklamasi inilah pelabuhan Jiipe dibangun. Pelabuhannya dalam: draftnya 14 meter. Kapal kelas Panamax bisa sandar di sini.

Tahap pertama pelabuhan itu sudah jadi. Bahkan sudah difungsikan. Material proyek banyak yang didatangkan lewat pelabuhan baru ini.

Berarti, ke depan, seluruh kondensat dari Freeport di Papua dikapalkan ke lokasi ini. Tidak lagi dikirim ke berbagai negara seperti Jepang dan Korea.

Di Jiipe, kondensat itu diproses. Menghasilkan emas. Juga tembaga. Juga perak. Juga hasil tambang lainnya.

Kapan semua itu bisa dilakukan di Jiipe Gresik? Paling lambat pertengahan 2024. Sebelum Pilpres. Kalau terus dikebut.

Presiden Jokowi masih akan sempat meresmikannya.

Presiden Jokowi sudah tiga kali ke Jiipe. Sejak peletakan batu pertama. Perkembangan proyeknya terus dimonitor. Tentu Presiden Jokowi sendiri yang akan meresmikannya kelak.

Proyek itu kini memang lagi dikebut. Tiang-tiang pancang lagi dihujamkan ke bumi. Diperlukan 22.000 titik pancang di proyek itu. Tiap titik tidak hanya satu tiang pancang. Bisa tiga atau empat. Betapa larisnya produk tiang pancang Adhi Karya maupun Wijaya Karya. Apalagi kedalaman pancang itu bisa 45 meter.

Tidak semua lahan Jiipe untuk Freeport. Tapi lahan untuk hilirisasi produk Freeport itu luas sekali. Seluas 1 km2. Atau 100 hektare. Tahun depan, ketika proyek mencapai tahap puncak, sekitar 14.000 karyawan akan bekerja di situ.

Intinya, hilirisasi Freeport ini tidak lagi hanya gagasan atau keputusan. Sudah sedang dilaksanakan.

Keputusan hilirisasi semua produk tambang itu sebenarnya sudah diputuskan tahun 2008. Waktu itu Freeport sudah lebih ”maju” dari sektor nikel atau bauksit. Setidaknya Freeport sudah mengolah tanah Papua yang dikeruk itu (ore) menjadi kondensat. Pengolahannya dilakukan di dekat Timika. Kondensat itu diekspor. Lewat pelabuhan Timika.

Waktu itu, nikel dan bauksit masih ekspor dalam bentuk tanah dan air (ore). Hanya sebagian kecil yang diolah oleh PT Antam.

Dunia nikel terus berusaha mengulur waktu, agar tetap dibolehkan ekspor ore. Pemerintah awalnya gentar. Takut kehilangan penghasilan devisa.

Kini setelah dipaksakan, hilirisasi nikel harus dicatat sebagai sukses besar. Meninggalkan Freeport.

Lalu giliran Freeport yang harus mengejar. Awalnya Freeport berusaha mengulur waktu. Agar tetap diizinkan ekspor dalam bentuk kondensat. Alasannya: Freeport kan sudah mengolah ore menjadi kondensat.

Dalam proses ore menjadi kondensat ini Freeport hanya mengambil sekitar 30 persennya. Sisanya ditinggal di Papua. Dalam bentuk limbah hasil cucian.

Setelah saham Freeport dikuasai Indonesia (51 persen) keputusan hilirisasi itu pindah ke tangan pemegang saham mayoritas.

Done!

Diputuskanlah hilirisasi 100 persen. Dilakukan di dalam negeri. Di Gresik. Di Jiipe.

Kawasan industri Jiipe ini milik dua kongsi: PT AKR Group (60 persen) dan BUMN Pelindo (40 persen). Tapi kepemilikan kawasan pelabuhannya dibalik: Pelindo 60 persen, AKR 40 persen.

Kini sudah banyak industri yang masuk ke Jiipe. Sari Roti pun sudah punya pabrik di sana. Saya baru tahu bahwa Sari Roti itu perusahaan Jepang. Berkongsi dengan Salim Group.

Bank Indonesia juga akan membangun gedung di sini: lahannya 17 hektare. Grup Djarum pun sudah masuk. Mungkin untuk masa depan industri elektroniknya yang maju pesat.

“Dengan adanya bahan baku seperti emas, tembaga, dan perak di sini, pabrik-pabrik yang terkait bahan baku itu baiknya ke sini,” ujar Naresh Anchalia, direktur operasi Jiipe. Ke hilirnya banyak sekali turunannya.

Tentu hasil terbanyak proyek Freeport itu nanti adalah slak. Jumlahnya bisa 1,1 juta ton/tahun. Sebenarnya ini jenis limbah. Tapi limbah itu ada harganya. Pabrik semen sangat membutuhkan. Industri konstruksi memerlukannya: 1,1 juta ton tahun.

AKR adalah perusahaan lama. Milik orang Surabaya: Soegiarto Adikoesoemo. Di tahun 1970-an Soegiarto sudah mendirikan pabrik sorbitol: PT Sorini. Itu pabril sorbitol pertama di Indonesia. Bahan bakunya singkong. Sorbitol adalah bahan baku pasta gigi. Juga bahan baku obat-obatan. Agar mencapai level food grade.

Sorini lantas ekspansi ke Tiongkok. Ia mendirikan pabrik sorbitol yang lebih besar di Liuzhou, dekat Guilin.

Grup AKR terus ekspansi ke bidang kimia. Berdirilah Aneka Kimia Raya. Lalu masuk ke bahan bakar minyak. Pompa bensin terbanyak setelah Pertamina adakah milik AKR.

Pabriknya yang di Tiongkok lantas dijual. Total. Soegiarto fokus usaha di Indonesia. Ia mengembangkan industrial estate di Gresik itu.

Kini manajemen AKR di tangan generasi kedua. Soegiarto punya anak yang hebat: Haryanto Adikoesoemo. Pimpinan puncak grup ini dipegang oleh Sang Anak.

Keluarga ini adalah simbul tertinggi hubungan kerukunan dan kepercayaan antara generasi pertama dan kedua. Soegiarto adalah ayah terbaik. Haryanto adalah anak terbaik. Dan sukses besar. (Dahlan Iskan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Source: Disway
Tags: Catatan Dahlan IskanDahlan IskanFreeportPresiden Joko WidodoPresiden Jokowi
Previous Post

Seluruh SPBU Kutai Kartanegara Terapkan Fuel Card 2.0

Next Post

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 37 Dibuka, Cek Cara Daftar dan Linknya

BACA JUGA

Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Patah, Orang Dalam Bankaltimtara

24 Maret 2026 | 09:53
Patah, Orang Dalam Bankaltimtara Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

Ketika Presiden Sentil Gubernur Kaltim

22 Maret 2026 | 21:51
79 Tahun HMI, Dari Kaderisasi ke Demokrasi Etis di Tengah Krisis Keteladanan Politik

79 Tahun HMI, Dari Kaderisasi ke Demokrasi Etis di Tengah Krisis Keteladanan Politik

6 Februari 2026 | 18:01
Pembina

Pembina

5 Februari 2026 | 19:53
DBH Kaltim Hanya Rp2,49 TriliunKang Dedy, Kamil, dan Lucky OPINI: Menyoal Menteri dari Kaltim

DBH Kaltim Hanya Rp2,49 Triliun

8 Oktober 2025 | 11:13
Gratispol Terancam “Kada Pol”

Gratispol Terancam “Kada Pol”

5 Oktober 2025 | 17:48
Next Post
Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 37 Dibuka, Cek Cara Daftar dan Linknya

Pendaftaran Kartu Prakerja Gelombang 37 Dibuka, Cek Cara Daftar dan Linknya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terpopuler

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

Tidak Ada Gelombang PHK PPPK Bontang, tapi TPP Terancam Dipangkas

30 Maret 2026 | 19:05
Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda Nasib Mal Lembuswana di Ujung Tanduk: DPRD Kaltim Siap Evaluasi Kontrak Sewa

Kontrak Berakhir 2026, Pemprov Kaltim Buka Tender Pengelolaan Mal Lembuswana Samarinda

25 Maret 2026 | 21:44
ASN Bontang Berkinerja Buruk Terancam Potong TPP ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

ASN Bontang Terapkan Jam Kerja Baru Mulai 1 September 2025, Ini Rinciannya

28 Agustus 2025 | 09:11
Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

Wisata Pulau Beras Basah Bontang Tetap Diminati, Namun Biaya Tinggi dan Sampah jadi Catatan

24 Maret 2026 | 19:13
Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan Perumda Tirta Taman Hentikan Sementara Distribusi Air di Sejumlah Wilayah Bontang, Ini Daftarnya Terendah di Kaltim, Tarif Tak Naik sejak 2017, PDAM Bontang Krisis Keuangan?

Tarif Air Minum Bontang Naik Mulai April 2026, Ini Rincian dan Dampaknya bagi Pelanggan

26 Maret 2026 | 13:34

Terbaru

Akhirnya, Neneng Chamelia bakal Dilantik jadi Sekda Definitif Samarinda Akhirnya, Neneng Chamelia bakal Dilantik Sekda Definitif Samarinda Tiga Kandidat Berebut Posisi Sekda Samarinda

Akhirnya, Neneng Chamelia bakal Dilantik jadi Sekda Definitif Samarinda

1 April 2026 | 20:56
Banjir Rob di Bontang Kuala Tak Kunjung Usai, Wali Kota Sambangi Kementerian PU

Banjir Rob di Bontang Kuala Tak Kunjung Usai, Wali Kota Sambangi Kementerian PU

1 April 2026 | 20:40
Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

Lahan 3 Hektare Disetujui DPRD Kutim, Bulog Siap Bangun Gudang di Sangatta

1 April 2026 | 20:24
Kebijakan WFH ASN Masuk Kutim, Ini Skema yang Disiapkan Kutim Jajaki Dukungan Pusat untuk Percepat Pembangunan Infrastruktur Strategis Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman Hasil Rakornas 2026, Pemkab Kutim Kaji Program Perumahan hingga Sawit

Kebijakan WFH ASN Masuk Kutim, Ini Skema yang Disiapkan

1 April 2026 | 20:15

Jalan Seruling 4 RT 21 Nomor 74E
Kelurahan Bontang Baru, Kota Bontang
Kalimantan Timur, Indonesia

Telepon : 0811-5423-245
Iklan : [email protected]

  • NASIONAL
  • KALTIM
  • BALIKPAPAN
  • SAMARINDA
  • BONTANG
  • INTERNASIONAL
  • EKONOMI
  • OLAHRAGA
  • LEISURE
  • ISLAMPEDIA
  • INFOGRAFIS
  • VIDEO
  • KOLOM
COPYRIGHT © 2023 PRANALA.CO, ALL RIGHT RESERVED
Managed by Aydan Putra
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Tentang Kami

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In
No Result
View All Result
  • Kaltim
    • Bontang
    • Samarinda
    • Balikpapan
  • Nasional
  • Ekonomi
  • Olahraga
  • Ragam
  • Islampedia
  • Visual
    • Infografis
    • Video
  • Kolom

Copyright © 2026 Pranala.co. All rights reserved