PRODUKSI film “Suster Maria” memasuki tahap awal dengan menggelar open casting di Balikpapan dan Samarinda. Kegiatan ini menjadi sorotan karena melibatkan talenta lokal dari Kalimantan Timur (Kaltim) secara langsung.
Proses seleksi digelar di GO Mall Samarinda setelah sebelumnya dilakukan di Balikpapan, dan mendapat antusiasme tinggi dari peserta yang ingin terlibat dalam produksi film tersebut.
Film “Suster Maria” diproduksi PT Dimensi Cinema Indonesia, dengan Kartina Andajani sebagai produser eksekutif dan Syaiful HR sebagai sutradara.
Mengusung genre horor, film ini menghadirkan nuansa mencekam yang tercermin dari konsep visual yang ditampilkan.
Namun di balik cerita yang diangkat, proyek ini membawa misi lebih besar: membuka ruang bagi pelaku lokal untuk ikut ambil bagian dalam industri film.
Open casting menjadi langkah awal untuk menjaring potensi dari daerah, baik sebagai pemeran maupun keterlibatan di sektor pendukung produksi.
Langkah ini dinilai sebagai strategi untuk memperkuat posisi Kaltim dalam peta industri kreatif nasional. Tak hanya aktor, peluang juga terbuka bagi pelaku usaha lokal, termasuk sektor UMKM yang dapat terlibat dalam kebutuhan produksi.
Kegiatan ini mendapat dukungan dari Dinas Pariwisata Kaltim. Melalui perwakilannya, Citra Permata Sari, pemerintah daerah menyampaikan apresiasi atas inisiatif tersebut.
Menurutnya, kegiatan ini tidak sekadar ajang seleksi pemeran, tetapi juga bagian dari upaya membangun ekosistem ekonomi kreatif di daerah.
“Kegiatan ini menjadi langkah positif dalam membuka ruang bagi talenta lokal untuk berkembang,” ujarnya.
Pemprov Kaltim berharap kehadiran film ini dapat melahirkan karya-karya yang tidak hanya menarik secara cerita, tetapi juga mampu mengangkat potensi lokal.
Mulai dari budaya, kreativitas, hingga produk UMKM diharapkan bisa ikut terpromosikan melalui produksi film. [DIAS]
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami


















