Pranala.co, SANGATTA — Setelah tiga hari pencarian tanpa henti, dua korban tenggelam di Sungai Meratak, Desa Tepian Langsat, Kecamatan Bengalon, akhirnya ditemukan, Rabu (8/10).
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi keduanya dalam kondisi meninggal dunia. Kapolsek Bengalon AKP Asriadi membenarkan temuan tersebut.
“Alhamdulillah, seluruh korban berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Evakuasi dilakukan dengan perahu karet sejauh lebih dari dua kilometer dari titik awal kejadian,” ujar AKP Asriadi.
Korban pertama, Helmiana Neri (37), ditemukan sekira pukul 13.30 Wita di jarak 1.500 meter dari lokasi awal perahu karam.
Beberapa jam kemudian, sekira pukul 18.10 Wita, korban kedua Marsel Jekson Fani (38) ditemukan sejauh 2.300 meter dari arah hulu ke hilir sungai.
Pencarian melibatkan tim gabungan dari Polair, Basarnas, BPBD, Koramil, Damkar, serta sejumlah relawan dan warga setempat.
Peristiwa nahas itu terjadi Senin sore (6/10). Perahu yang ditumpangi korban bersama beberapa warga dilaporkan karam di tengah derasnya arus Sungai Meratak.
Tingginya debit air dan derasnya arus membuat proses pencarian berlangsung sulit dan penuh risiko.
Setelah ditemukan, jenazah kedua korban langsung dibawa ke rumah duka di Desa Tepian Langsat untuk dimakamkan pihak keluarga.
Secara terpisah, Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menyampaikan duka mendalam dan apresiasi atas kerja keras tim gabungan.
Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan masyarakat saat beraktivitas di sungai.
“Kami berharap masyarakat lebih berhati-hati, terutama ketika debit air meningkat. Ini menjadi pembelajaran agar tidak terjadi lagi musibah serupa,” kata AKBP Fauzan. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan bergabung di grup Whatsapp kami



















