Selain banjir, ada juga laporan kejadian pohon tumbang di tiga wilayah berbeda di Kukar. Pohon tumbang menyebabkan satu rumah dan kendaraan warga rusak.
pranala.co – Hujan semalaman di Kutai Kartanegara (Kukar), Kalimantan Timur (Kaltim) menyebabkan dua Kecamatan terendam banjir setinggi lutut orang dewasa. Bahkan, longsor dan pohon tumbang juga terjadi.
Dari data ada lima titik banjir yang sampai siang ini masih terendam, ketinggian mencapai 20 sentimeter hingga lutut orang dewasa, banjir sudah terjadi pada malam hari.
BACA JUGA: Anak-Anak Dijadikan PSK, Dijual lewat Medsos,Pria di Kaltim Ini Dapat Untung Rp 100 Ribu per Anak
Koordinator Lapangan BPBD Kukar Eko Suryawinata menjelaskan banjir terjadi di Kecamatan Tenggarong, yakni pada Simpang Empat SMA 2, Jalan Pesut, Jalan Undang, dan di Desa Bukit Biru. Lalu, di Kecamatan Loa Kulu yang hampir seluruh wilayahnya terendam.
“Masih dalam di Simpang Empat SMA 2 Tenggarong. Malam tadi kendaraan sama sekali tidak bisa melintasi,” katanya, Selasa (17/5/2022).
Selain banjir, ada juga laporan kejadian pohon tumbang di tiga wilayah berbeda di Kukar. Pohon tumbang menyebabkan satu rumah dan kendaraan warga rusak.
Rinciannya di Jalan Gunung menyapa, dan Jalan Udang yang mengenai kios dan atap rumah warga. Sedang yang terakhir di Jalan Long Bangun, pohon menimpa sebuah mobil
“Untuk pohon tumbang sudah kita lakukan proses evakuasi, sejak tadi malam hingga dini hari, material pohon sudah berhasil kita pindah,” imbuhnya.
Selain itu, hujan lebat yang terjadi seharian, menyebabkan 2 wilayah di Kecamatan Loa Kulu terjadi longsor. Longsor tersebut juga menyebabkan satu rumah warga rusak.
BACA JUGA: Tahun Ini, Bontang Alokasikan Rp54 Miliar Atasi Banjir
Untuk wilayah longsor ada di Kecamatan Loa Kulu, di Gang Purba 2 Jalan Yos Sudarso, dan di Gang Bangkirai Jalan MT Haryono. Di sini longsor menimpa satu rumah warga hingga mengalami rusak berat.
Eko menambahkan, untuk data banjir, longsor, dan pohon tumbang kemungkinan dapat bertambah. Pasalnya wilayah Kabupaten Kukar sangat luas dan tidak semua terpantau oleh pihak BPBD Kukar.
“Masih banyak belum terdata, karena wilayah Kukar ini luas. Kami fokus di lokasi yang banyak dihuni warga dulu,” ujar Eko. (bd/id)
















Comments 6