PRANALA.CO – Pemkot Bontang kembali menganggarkan pembangunan pembangkit listrik tenaga surya (PLTS).
Tahun ini giliran dua kawasan pesisir yang disasar. Meliputi Tihi-Tihi dan Selangan.
Kepala Dinas Perumahan, Kawasan Permukiman, dan Pertanahan (Perkimtan) Much Cholis Edy Prabowo menerangkan sarana ini sangat dibutuhkan oleh warga.
Sebagai penunjang penerangan ketika malam hari. “Ini merupakan program prioritas,” terangnya.
Proses lelang akan segera dilakukan. Ketika berkas sudah siap maka akan dibuka pada layanan pengadaan secara elektronik (LPSE).
Nantinya daya PLTS tersebut ialah 30 dan 15 kilowatt peak (kwp). “Sebelumnya PLTS sudah ada tetapi membutuhkan pembaharuan,” sebutnya.
Langkah serupa sebelumnya menyasar kampung pesisir Malahing pada akhir pekan lalu. Pagu anggaran yang disiapkan kala itu ialah Rp 6,7 miliar.
Dari angka itu akan digunakan untuk pekerjaan kayu ulin dan rumah jaga, pengerjaan PLTS komunal 30 kilowatt peak (KWP), dan penyelenggaraan K3.
Besaran daya ini sama dengan sebelumnya. Diharapkan mampu bisa beroperasional selama 24 jam untuk perkampungan tersebut. Perbedaan dengan sebelumnya berada di baterai. Kalau dulunya memakai tipe lama.
Jumlahnya banyak dan secara ukuran lebih besar. Sedangkan saat ini jenisnya lithium. Diyakini jenis ini lebih awet. Nantinya penerangan juga menggunakan LED.
Sebelumnya PLTS Malahing rusak sejak 2018 silam. Sarana ini sebelumnya dirakit pada 2013. Kemudian hanya efektif selama lima tahun.
Saat ini untuk malam hari, penerangan permukiman di atas laut menggunakan bantuan genset. Durasinya selama lima jam. Mulai 18.00 hingga 23.00. Selebihnya warga harus menyalakan lilin maupun senter.

















