BONTANG – Dinas Lingkungan Hidup, DLH Bontang menggelar kegiatan uji emisi kendaraan di halaman parkir City Mall, Bontang Selatan, Selasa (24/9/2024). Ini dalam rangka memperingati Hari Ozon Sedunia 2024. Acara ini menjadi momen penting untuk mengedukasi masyarakat terkait pentingnya menjaga kualitas udara melalui uji emisi kendaraan bermotor.
Kepala DLH Bontang, Heru Tri Admaja, menyampaikan bahwa uji emisi ini adalah salah satu upaya pemerintah dalam menjaga lingkungan dan mengurangi polusi udara. Saat ini, Indeks Kualitas Udara (IKU) di Kota Bontang berada pada angka 69,15, yang masih masuk kategori sedang.
“Kami ingin masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, khususnya terkait emisi gas buang kendaraan bermotor yang bisa mempengaruhi kualitas udara,” kata Heru.
Dalam kegiatan ini, DLH Bontang bekerja sama dengan beberapa perusahaan, di antaranya PT Pupuk Kaltim (PKT), PT Kilang Pertamina Internasional (KPI), dan Auto2000, yang menyediakan peralatan uji emisi.
Selain itu, hadir pula Kepala DLH Kalimantan Timur, Anwar Sanusi, serta sejumlah pejabat penting dan perwakilan organisasi perangkat daerah (OPD) yang mendukung kegiatan tersebut.
Anwar Sanusi, Kepala DLH Kaltim, memberikan apresiasi terhadap langkah yang diambil oleh DLH Bontang. Ia menekankan pentingnya penggunaan kendaraan ramah lingkungan untuk menekan polusi.
“Ke depannya, kami berharap kendaraan dinas bisa beralih ke kendaraan listrik sebagai salah satu solusi untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak,” jelas Anwar.
Anwar juga menyoroti pentingnya menjaga ekosistem pesisir dan hutan mangrove di Bontang. Ia mengusulkan penegakan sanksi bagi pelaku penebangan liar mangrove sebagai bentuk perlindungan terhadap lingkungan.
Asdar Ibrahim, Staf Ahli Pemkot Bontang yang mewakili Wali Kota Bontang, mengapresiasi kegiatan uji emisi yang diadakan DLH Bontang. Menurutnya, sinergi antara pemerintah dan perusahaan menjadi kunci dalam menjaga kelestarian lingkungan.
“Kegiatan seperti ini penting dan harus dilakukan secara rutin setiap tahun untuk mengurangi dampak polusi dari kendaraan bermotor,” ungkap Asdar.
Sebagai bentuk simbolis dimulainya kegiatan, beberapa kendaraan dinas pejabat, termasuk milik Kepala DLH Provinsi Kaltim, Anwar Sanusi, menjalani uji emisi. Kendaraan yang lulus uji emisi akan mendapatkan stiker khusus sebagai tanda lolos uji.
Rangkaian uji emisi ini akan berlangsung hingga 5 September 2024, setiap OPD diwajibkan untuk menguji emisi minimal lima kendaraan dinas mereka. Program ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran masyarakat dan instansi terkait akan pentingnya kualitas udara yang baik demi kesehatan dan lingkungan yang lebih baik.
Dengan kampanye ini, diharapkan Bontang dapat terus meningkatkan kualitas udaranya, serta menjadi contoh kota yang berkomitmen terhadap pelestarian lingkungan. (*)
*) Ikuti berita terbaru PRANALA.co di Google News ketuk link ini dan jangan lupa difollow


















