Disdik Kaltim Larang Jual-Beli Seragam dan Buku di Sekolah

oleh -
Kepala Dinas Pendidikan Kaltim Anwar Sanusi.

DINAS Pendidikan (Disdik) Kalimantan Timur (Kaltim) melarang pihak sekolah melakukan aktivitas jual-beli baju dan buku di sekolah. Imbauan ini ditujukan untuk (SMA/SMK/sederajat) di Kaltim.

“Ini kebijakan Pak Gubernur dan Wakil Gubernur kita. Tidak ada jual-beli di sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim Anwar Sanusi.

Selama ini pihak sekolah pasti memberlakukan kewajiban bagi siswa barunya untuk membeli atau menebus baju seragam, olahraga, juga buku. Termasuk membayar uang bangunan. “Jadi, itu tidak ada lagi. Tidak boleh. Terserah gimana upaya sekolah untuk baju dan buku siswanya,” ujar Anwar.

Kebijakan ini, kata Anwar, dianggap selama ini cukup membebani para siswa baru. Selain, menepis anggapan sekolah hanya mencari untung besar saat momen penerimaan siswa di tahun ajaran baru.

Namun, Anwar mencontohkan bisa saja pihak sekolah bermitra dengan para penjahit di sekitar sekolah untuk pengadaan baju seragam atau pun olahraga. Termasuk, pengadaan buku harus sesuai ketentuan.

“Pak Gubernur dan Wakil Gubernur tidak ingin ada siswa yang terkendala sekolah, bahkan keluar hanya sebab tidak sanggup menebus. Pemerintah sudah mengaturnya dan pihak sekolah lebih kreatif,” ungkapnya. (*)

No More Posts Available.

No more pages to load.