Pranala.co, BONTANG — Wali Kota Bontang, Neni Moerniaeni, tidak ingin jembatan berubah fungsi. Apalagi menjadi tempat berhenti bus karyawan.
Itu sebabnya ia meminta Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bontang untuk bertindak tegas. Mengawasi. Menertibkan. Dan memastikan kebiasaan buruk itu tidak terulang.
Permintaan tersebut muncul setelah Neni rutin berkeliling kota selama sepekan terakhir. Ia memantau langsung arus lalu lintas di sejumlah titik. Hasilnya, masih ada bus antar-jemput karyawan yang berhenti tepat di atas jembatan. Padahal, menurut Neni, jembatan bukan tempat untuk berhenti.
“Jembatan itu bukan tempat untuk stop. Kalau kendaraan berhenti cukup lama, bebannya besar dan risikonya tinggi,” kata Neni, Senin (5/1/2026).
Ia menjelaskan, jembatan dirancang untuk dilintasi. Bukan untuk menahan beban statis dalam waktu lama. Apalagi oleh kendaraan besar seperti bus.
Jika dibiarkan, dampaknya bisa serius. Struktur jembatan lebih cepat rusak. Keselamatan pengguna jalan pun terancam.
Neni mengaku sudah meminta Penjabat Sekretaris Daerah dan Wakil Wali Kota untuk melakukan penertiban. Langkah awal itu mulai menunjukkan hasil.
“Sudah ada perubahan. Tapi tetap harus diawasi. Jangan sampai kejadian lagi,” tegasnya.
Prinsip keselamatan itu juga diterapkan pada penataan fasilitas jalan lainnya. Salah satunya di Simpang Empat BK. Lampu lalu lintas di kawasan tersebut sengaja tidak dipasang di atas jembatan. Tujuannya untuk mencegah kendaraan berhenti dan menumpuk di atas konstruksi jembatan.
“Kita tidak mau kendaraan berhenti lama di atas jembatan. Itu berbahaya,” ujarnya.
Tak hanya soal jembatan, Wali Kota juga menyoroti persoalan klasik lainnya. Trotoar. Menurut Neni, pedestrian adalah ruang publik. Hak pejalan kaki. Bukan tempat parkir kendaraan. Namun di lapangan, masih ditemukan truk dan mobil yang parkir di atas trotoar. Selain mengganggu pejalan kaki, pemandangan kota pun menjadi semrawut.
“Pedestrian itu hak masyarakat. Warga berhak berjalan kaki dengan aman dan nyaman,” katanya.
Ia pun mengajak seluruh warga untuk ikut menjaga ketertiban. Mematuhi aturan. Menghormati fungsi fasilitas umum. Dengan disiplin bersama dan pengawasan yang konsisten, Neni optimistis Bontang bisa menjadi kota yang lebih aman, tertib, dan sedap dipandang.
“Kalau kita tertib, kota ini bukan hanya aman. Tapi juga enak dilihat,” pungkasnya. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami
















