Pranala.co, BONTANG — Dini hari yang semestinya sunyi berubah mencekam di kawasan Kelurahan Berbas Pantai, Kota Bontang. Sebuah rumah petakan di Jalan Sultan Hasanuddin RT 08, Kelurahan Berbas Pantai, Kecamatan Bontang Selatan, ludes terbakar, Sabtu (13/12/2025) sekira pukul 01.30 Wita.
Penghuni rumah, Sri Mulyati, nyaris kehilangan seluruh harta bendanya. Saat api mulai berkobar, ia masih terlelap tidur.
Ia terbangun setelah mencium bau asap yang menyengat. Perasaan tidak enak membuatnya segera bangkit.
Begitu pintu dibuka, api sudah menyala di dinding teras. Kobaran cepat membesar. Waktu untuk menyelamatkan barang tidak ada.
Sri memilih berlari keluar rumah demi menyelamatkan diri.
“Saya cium bau asap. Pas keluar, api sudah besar di dinding. Tidak ada yang bisa diselamatkan. Semuanya habis terbakar,” ujarnya dengan suara bergetar.
Bangunan rumah petakan itu didominasi material mudah terbakar. Api dengan cepat menguasai seluruh bagian rumah.
Warga sekitar sempat berusaha membantu. Salah satunya Abdul Majid, saksi mata di lokasi kejadian.
Ia mengaku melihat api sudah membesar dari bagian depan rumah. Ia sempat mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dan mencoba memadamkan api.
“Saya lihat dari dalam rumah api sudah besar. Saya coba padamkan pakai APAR, tapi tidak sanggup. Saya juga tidak tahu apa penyebabnya,” katanya.
Saat itu, Abdul Majid tidak melihat ada penghuni rumah yang keluar atau berteriak meminta pertolongan. Api terus membesar hingga warga melapor ke petugas pemadam kebakaran.
Diketahui, Sri Mulyati baru menempati rumah kontrakan tersebut sekitar tiga minggu. Sebelumnya, ia tinggal di kawasan Gang Solo.

Karena baru pindah, sebagian warga sekitar belum begitu mengenalnya.
Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkartan) Kota Bontang menerima laporan kebakaran pada pukul 01.44 Wita dari seorang warga bernama Yusuf.
Kepala Damkartan Bontang, Amiluddin, mengatakan petugas tiba di lokasi delapan menit kemudian, tepatnya pukul 01.52 Wita.
Sejumlah armada dan personel dikerahkan dari Mako dan Pos Berbas. Petugas berjibaku memadamkan api agar tidak merambat ke rumah lain. Jarak antarbangunan di kawasan tersebut cukup rapat.
“Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 02.37 Wita,” jelas Amiluddin.
Dalam proses pemadaman, Damkartan dibantu relawan Redkar, anggota di luar jam dinas, serta unsur PLN, BPBD, dan kepolisian.
Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun kerugian material diperkirakan cukup besar. Rumah petakan beserta seluruh isinya hangus terbakar.
“Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam penyelidikan,” ujar Amiluddin. (*)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami

















