pranala.co – Meski baru beberapa bulan ditempati, namun bangunan baru Pasar Citra Mas Lok Tuan, Kota Bontang, Kalimantan Timur kerap dikeluhkan banyak pedagang.
Seperti aliran air PDAM yang sering tidak mengalir, parit yang tersumbat hingga mengeluarkan aroma tak sedap, lantai yang licin dan sering tergenang air.
Tak hanya itu saja, toilet yang sering tidak bisa difungsikan, kebersihan pasar minim, hingga banyaknya barang dagangan sering hilang ketika malam.
Berbagai keluhan itu disampaikan para pedagang kala Wali Kota Bontang Basri Rase meninjau langsung ke Pasar Citra Mas Loktuan, Senin (14/11/2020) sore.
“Setelah ini akan segera kami evaluasi dan perbaiki. Minimal bisa mengurangi keluhan para pedagang,” ujarnya usai meninjau seluruh fasilitas pasar.
“Di sini (Pasar Citra Mas) kita tidak saling menyalahkan. Tapi harus kita cari solusi bersama,” kata Basri di depan para pedagang.
Sebagai tindaklanjutnya, Basri memerintahkan pihak terkait seperti Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan Perdagangan (Diskop-UKMP) dan Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar untuk segera menginventarisasi masukan-masukan yang dirinya berikan.
Termasuk menempatkan petugas kebersihan di pasar untuk memantau aliran dan sumbatan di parit, agar tidak menimbulkan bau. Sedangkan untuk perbaikan, bakal dilakukan di 2023 mendatang.
Basri juga memerintahkan PDAM Tirta Taman agar mengecek saluran pipa air dan memastikan air bersih bisa terus mengalir. “Untuk alokasi anggarannya masih dihitung dulu,” bebernya.
Sementara itu, Akbar, salah satu pedagang ikan juga menyampaikan, jika saat ini kondisi pembeli yang masuk ke Pasar baru Citra Mas Lok Tuan sangat minim. Kondisi itu sangat dirasakan banyak pedagang. Alhasil, tak sedikit dari mereka yang sudah tak kuat, memilih untuk berhenti berjualan di pasar.
“Sementara mereka harus dikejar cicilan. Kalau pemasukan tidak mencukupi, pasti berhenti mereka. Khawatirnya ke depan yang keluar semakin banyak dan memilih berjualan di pinggir-pinggir jalan,” ucapnya.
Dirinya mendapatkan informasi, saat ini banyak pembeli yang beralih ke Pasar Telihan. Hal itu karena akses untuk kendaraan di Pasar Telihan yang lebih leluasa dibandingkan Pasar Citra Mas Lok Tuan. Tentu hal ini harus menjadi pekerjaan rumah bagi Pemkot Bontang jika tidak ingin bangunan baru pasar ditinggal para pedagang.
“Semoga ada perbaikan ke depannya,” pungkas Akbar. (*)


















