Pranala.co, SANGATTA — Jalan Mulawarman, Desa Spaso, Kecamatan Bengalon, Kutai Timur (Kutim), mendadak riuh pada Jumat (9/1). Sebuah kecelakaan lalu lintas beruntun melibatkan sembilan kendaraan terjadi di ruas jalan tersebut. Penyebabnya diduga rem blong pada sebuah dump truk.
Peristiwa bermula saat dump truk Mitsubishi Fuso berwarna oranye bernomor polisi DD 8903 SC melaju dari arah Sangkulirang menuju Simpang Perdau. Truk bermuatan itu tiba-tiba kehilangan fungsi pengereman saat mendekati lokasi kejadian.
Truk meluncur tanpa kendali. Benturan pertama terjadi pada kendaraan di depannya. Dorongan keras membuat truk terus melaju hingga masuk ke halaman sebuah bengkel.
Di lokasi itu, lima sepeda motor sedang terparkir. Semuanya ikut terseret. Beberapa tertimpa badan kendaraan. Kerusakan tak terhindarkan.
Kapolsek Bengalon AKP Asriadi menjelaskan, truk tak berhenti di situ. Kendaraan berat tersebut kembali menghantam bangunan bengkel dan sebuah pohon mangga. Setelah itu, truk terbalik.
Belum selesai. Bak dump truk yang terbalik kembali menghantam dump truk Isuzu di depannya. Akibatnya, dump truk Isuzu berpindah jalur dan bertabrakan dengan dump truk Hino yang datang dari arah berlawanan.
“Total ada sembilan kendaraan yang terlibat. Tiga dump truk, satu Toyota Hilux, dan lima sepeda motor,” jelas Asriadi.
Akibat kecelakaan ini, tiga karyawan Bengkel Etam mengalami luka lecet di beberapa bagian tubuh. Mereka langsung mendapatkan perawatan medis. Sementara pengemudi dump truk Fuso hanya mengalami sesak napas dan kini dilaporkan dalam kondisi membaik.
Kapolres Kutai Timur AKBP Fauzan Arianto menegaskan, pihaknya menangani kejadian ini secara profesional. Ia juga kembali mengingatkan pentingnya keselamatan berlalu lintas, terutama bagi pengemudi kendaraan berat.
“Kami mengimbau para pengemudi angkutan agar selalu memastikan kondisi kendaraan laik jalan sebelum beroperasi,” tegasnya.
Kapolres juga menginstruksikan Satuan Lalu Lintas Polres Kutim untuk melakukan olah tempat kejadian perkara. Pendataan pengemudi dan saksi dilakukan. Barang bukti diamankan untuk kepentingan penyelidikan lanjutan.
“Keselamatan di jalan adalah tanggung jawab bersama. Semoga kejadian ini menjadi pelajaran agar tidak terulang,” pungkasnya. (HAF)
Dapatkan berita terbaru PRANALA.co di Google News dan mari bergabung di grup Whatsapp kami



















